KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kediri terus memperkuat berbagai program strategis guna menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas terus bertambahnya jumlah lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi setiap tahun, yang belum sepenuhnya diimbangi dengan pertumbuhan kesempatan kerja.
Selain terbatasnya lapangan pekerjaan, tantangan lain yang dihadapi pencari kerja adalah ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, minimnya pengalaman kerja bagi lulusan baru, serta pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut penguasaan keterampilan baru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, mengatakan pihaknya terus menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, perluasan akses informasi lowongan kerja, serta penguatan sinergi dengan dunia usaha dan dunia pendidikan.
“Setiap tahun jumlah lulusan terus bertambah, sementara kesempatan kerja belum tumbuh sebanding. Karena itu, kami terus mengoptimalkan berbagai program agar lulusan baru tidak hanya lebih mudah memperoleh pekerjaan, tetapi juga memiliki kompetensi dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Ibnu Imad.
Salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan adalah Job Fair/Bursa Kerja yang digelar secara hybrid, yaitu luring dan daring. Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Mei 2026 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) tersebut diikuti 43 perusahaan dengan menyediakan 1.920 lowongan pekerjaan dan berhasil menarik 2.566 pengunjung.
Pelaksanaan job fair sengaja disesuaikan dengan periode kelulusan SMK agar para lulusan baru memiliki kesempatan lebih besar mengikuti proses rekrutmen secara langsung. Sementara itu, layanan pencarian kerja secara daring juga terus dikembangkan melalui aplikasi e-Kerjo, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lowongan dan melamar pekerjaan kapan saja secara mudah, cepat, dan transparan.
Selain memperluas akses kerja, Disnakertrans Kabupaten Kediri juga rutin melaksanakan Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan di sejumlah SMA dan SMK. Program ini bertujuan membekali para siswa dengan pemahaman mengenai dunia kerja, kebutuhan industri, serta perencanaan karier sejak dini. Pada tahun 2026, kegiatan tersebut ditargetkan dilaksanakan sebanyak lima kali dengan sasaran 450 siswa.
Disnakertrans juga memperkuat kolaborasi dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Saat ini terdapat 53 BKK SMK di Kabupaten Kediri yang menjadi binaan Disnakertrans untuk mendukung penempatan kerja lulusan secara lebih efektif.
Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga kerja juga dilakukan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Sepanjang tahun 2026, Disnakertrans Kabupaten Kediri menargetkan penyelenggaraan 36 paket pelatihan dengan sasaran 720 peserta.
Ibnu Imad menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bentuk komitmen Disnakertrans Kabupaten Kediri dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
“Dengan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha, kami optimistis lulusan baru Kabupaten Kediri akan semakin siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini,” pungkasnya.(atc/stm)































