KEDIRI, KUBUS.ID – Hari pertama masuk sekolah bukan hanya menjadi momen penting bagi anak, tetapi juga bagi orang tua. Konsultan Parenting sekaligus Founder Komunitas Orangtua Bahagiakan Anak, Titik Poejiati, M.Pd, mengingatkan agar orang tua memperbanyak bonding dengan anak untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Menurut Titik, pengalaman di hari pertama sekolah akan tersimpan lama dalam ingatan anak. Karena itu, orang tua perlu menciptakan rasa aman dan nyaman sejak sebelum anak berangkat ke sekolah.
“Momen masuk sekolah adalah momen yang akan diingat anak dalam waktu yang panjang. Karena itu, anak membutuhkan energi yang besar untuk berpisah sementara dengan orang tuanya. Orang tua harus mempersiapkan dan mengantarkan anak dengan baik,” ujar Titik kepada Radio ANDIKA.
Ia menjelaskan, membangun kedekatan dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti mengajak anak berbincang saat makan malam, membacakan cerita tentang sekolah sebelum tidur, hingga menceritakan hal-hal menyenangkan yang akan ditemui di sekolah.
“Dari sekarang sudah bisa ngobrol tentang serunya sekolah, bertemu teman-teman, guru, atau kegiatan yang akan dilakukan. Itu akan menjadi ingatan yang baik sehingga anak lebih siap saat hari pertama sekolah,” katanya.
Titik juga mengingatkan orang tua agar tidak membandingkan anak dengan teman sebayanya apabila masih menangis atau belum siap ditinggal di sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki proses adaptasi yang berbeda.
“Jangan membandingkan anak dengan anak lain. Yang perlu dibangun adalah keyakinan bahwa dirinya mampu. Terus beri semangat, katakan bahwa dia pintar dan bisa melewati hari pertama sekolah,” jelasnya.
Setelah anak pulang sekolah, orang tua juga dianjurkan melanjutkan bonding dengan mengajak anak berbincang mengenai pengalaman mereka selama di sekolah.
“Ngobrol saja tentang gurunya, teman-temannya, kegiatan di sekolah. Beri kesempatan anak berani bertanya dan menjawab ketika diajak berbicara. Dari situ orang tua juga bisa melihat bagaimana proses adaptasi anak,” ujarnya.
Selain itu, Titik menyarankan orang tua memberikan apresiasi atas setiap pencapaian anak, sekecil apa pun. Menurutnya, penghargaan tidak harus berupa hadiah mahal, tetapi bisa diwujudkan melalui pujian, pelukan, atau kegiatan yang disukai anak.
“Yang perlu diberi reward adalah prosesnya. Saat anak berani masuk kelas, berani berpisah dengan orang tua, atau mulai percaya diri, itu sudah layak diapresiasi. Dengan begitu anak akan semakin semangat menjalani hari-hari berikutnya di sekolah,” pungkasnya. (art)































