Beranda Jawa Timur Gertek 2026 Jadi Ajang Perkuat Pertanian Modern, Pemkab Kediri Dorong Regenerasi Petani...

Gertek 2026 Jadi Ajang Perkuat Pertanian Modern, Pemkab Kediri Dorong Regenerasi Petani dan Swasembada Pangan

65

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan kembali menggelar Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026 sebagai upaya mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, Gertek hadir dengan skala yang lebih besar sebagai wadah mempertemukan petani, pelaku usaha, akademisi, generasi muda, hingga industri pertanian dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Tahun ini, Gertek mengusung tema “Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan”, yang menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan inovasi dan teknologi.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Muhammad Solikin, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah minimnya regenerasi petani. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, jumlah petani berusia di bawah 35 tahun masih kurang dari 10 persen sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa jumlah petani muda masih sangat kecil. Karena itu, mempertemukan petani, pelaku usaha, industri pertanian, akademisi, dan generasi muda dalam satu forum seperti Gertek menjadi sangat penting. Ini merupakan langkah nyata untuk membangun ekosistem pertanian yang kuat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang diusung tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan pembangunan pertanian Kabupaten Kediri agar semakin maju, mandiri, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi.

Evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya, termasuk masukan dari Kementerian Pertanian, mendorong Pemerintah Kabupaten Kediri meningkatkan skala pelaksanaan Gertek. Hasilnya, kegiatan tahun ini diikuti sekitar 14 ribu petani, dengan 6 ribu peserta mengikuti kegiatan Temu Tani yang berlangsung selama tujuh hari melalui 150 kelas pembelajaran.

Tidak hanya menyasar petani, Gertek juga mengundang para pelajar untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian yang kini telah berkembang menjadi sektor modern berbasis teknologi.

“Kita ingin memperkenalkan kepada generasi muda bahwa pertanian hari ini sudah berubah. Ada smart farming, pertanian presisi, drone, alat dan mesin pertanian modern, internet of things, artificial intelligence, hingga pemasaran digital. Pertanian masa depan adalah perpaduan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi,” jelasnya.

Sebagai ajang inovasi, Gertek 2026 menghadirkan lebih dari 77 perusahaan yang bergerak di bidang benih unggul, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian, sarana transportasi, hingga sektor perbankan. Berbagai teknologi terbaru diperkenalkan melalui pameran, demplot, serta demonstrasi alat mesin pertanian modern. Kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi produk UMKM dan hasil pertanian lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris daerah Kabupaten Kediri juga memaparkan berbagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap sektor pertanian. Pada tahun 2026, bantuan benih padi telah tersalurkan untuk lahan seluas 4.058 hektare dari total alokasi 7.632 hektare.

Sementara itu, dukungan alat dan mesin pertanian terus diperkuat. Setelah pada tahun 2025 menyalurkan puluhan unit traktor, combine harvester, pompa air, dan hand sprayer, tahun ini pemerintah kembali mengalokasikan bantuan berupa 22 unit traktor roda empat, 22 unit rice transplanter, serta 15 unit traktor roda dua.

Di bidang prasarana, pembangunan infrastruktur pertanian juga terus dilanjutkan. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri akan membangun 277 titik irigasi pertanian lahan kering, 30 jaringan irigasi tersier, 22 jalan usaha tani, 10 unit pompa irigasi, lima unit pipanisasi, serta tiga dam parit guna memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi musim kemarau.

Solikin menegaskan, seluruh program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Teknologi menjadi kunci, tetapi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan juga tidak kalah penting. Kita ingin membangun pertanian yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim, menjaga ketahanan pangan, sekaligus memberikan kesejahteraan bagi para petani,” tegasnya.

Melalui Gertek 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kolaborasi antara petani, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda semakin kuat sehingga mampu mempercepat transformasi sektor pertanian menuju pertanian modern yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan demi mewujudkan swasembada pangan.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini