KEDIRI, (KUBUS.ID) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak generasi muda untuk mulai mengenal dan aktif dalam gerakan koperasi. Menurutnya, regenerasi menjadi tantangan besar agar koperasi tetap mampu berkembang dan menjadi pilar ekonomi kerakyatan di masa depan.
Hal itu disampaikan Mas Dhito saat menghadiri Sarasehan Perkoperasian dalam rangka Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Hall Convention Center Simpang Lima Gumul.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya, saat ini terdapat sekitar 1.004 koperasi aktif di Kabupaten Kediri. Dari jumlah tersebut, kontribusi koperasi terhadap perekonomian daerah dinilai sangat signifikan.
“Di dalam 1.004 koperasi aktif itu, penyumbang terbesar terhadap PDRB yang nilainya kurang lebih Rp495 miliar berasal dari Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), disusul Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi Unit Desa (KUD). Ini menunjukkan koperasi memiliki peran yang luar biasa dalam menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Mas Dhito.
Pada peringatan Hari Koperasi yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Mas Dhito juga memberikan apresiasi kepada para penggerak koperasi yang telah puluhan tahun mengabdikan diri dalam membangun gerakan koperasi di Kabupaten Kediri.
Namun demikian, ia menilai regenerasi kepengurusan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Menurutnya, jumlah anak muda yang terlibat aktif dalam koperasi masih sangat terbatas.
“Ini menjadi tantangan bagi Dekopinda bersama Pemerintah Kabupaten Kediri. Bagaimana semangat berkoperasi bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, kita akan kesulitan mencari penerus gerakan koperasi,” katanya.
Mas Dhito menegaskan, pemerintah daerah bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) akan merumuskan program yang mampu menarik minat generasi muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 40 tahun, untuk bergabung dan berperan aktif dalam koperasi.
Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat generasi muda saat ini menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, terutama maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).
“Hari ini anak-anak muda menghadapi tantangan zaman yang luar biasa. Kalau tidak pinjol, ya judol. Saya hampir setiap hari menerima pesan di media sosial terkait persoalan pinjol yang berawal dari judi online. Karena itu kita harus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang positif, salah satunya melalui koperasi,” tegasnya.
Mas Dhito berharap koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki aktivitas produktif, membangun jejaring usaha, serta memperkuat semangat gotong royong.
“Saya berharap seluruh koperasi di Kabupaten Kediri terus berkembang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh anggotanya maupun masyarakat. Semoga seluruh penggerak koperasi selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan pengabdiannya,” tutupnya.(atc)































