Beranda Kediri Raya Okultasi Bulan dan Venus Terjadi, Pakar: Tak Ada Dampak ke Bumi

Okultasi Bulan dan Venus Terjadi, Pakar: Tak Ada Dampak ke Bumi

1
Fenomena Konjungsi Bulan dan Venus pada 24 Maret 2023 (Twitter/@i91ooms) (Foto : kompas.com)

KEDIRI, KUBUS.ID – Fenomena okultasi Bulan dan Venus menarik perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia setelah Bulan tampak berdekatan dengan Venus atau yang dikenal sebagai Bintang Kejora. Fenomena tersebut merupakan peristiwa astronomi yang terjadi ketika Bulan dari sudut pandang Bumi tampak menutupi planet Venus.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa, Profesor Dr. Thomas Djamaluddin, M.Sc., menjelaskan fenomena yang terlihat masyarakat berupa Bulan sabit dengan titik cahaya terang merupakan Venus. Sementara okultasi, yakni ketika Bulan menutupi Venus, hanya dapat diamati dari wilayah tertentu, khususnya sejumlah wilayah di Sumatra.

“Yang dilihat oleh banyak warga itu adalah Bulan mendekati Venus,” kata Thomas.

Menurut Thomas, fenomena tersebut terjadi karena Bulan dan planet-planet berada pada bidang orbit yang hampir sama, yakni bidang ekliptika. Posisi itu membuat benda-benda langit tersebut dari Bumi terkadang tampak berada berdekatan atau seperti berjajar.

Okultasi Bulan dan Venus Bukan Pertanda Bencana

Thomas menegaskan, fenomena Bulan dan Venus tidak berkaitan dengan bencana maupun kejadian tertentu di Bumi. Ia membedakan astronomi yang berbasis sains dengan astrologi yang mengaitkan posisi benda langit dengan ramalan atau kepercayaan budaya.

“Kalau secara saintifik tidak ada alasan untuk mengaitkan fenomena di langit dengan kejadian di Bumi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa fenomena serupa dapat kembali terjadi pada waktu berbeda. Namun, waktunya tidak selalu sama dan dapat melibatkan Venus, Merkurius, maupun planet lain dengan fase Bulan yang berbeda.

Kekhawatiran mengenai kemungkinan planet keluar dari orbit dan bertabrakan juga dinilai tidak berdasar secara sains. Thomas menjelaskan, Venus mengorbit Matahari, sedangkan Bulan mengorbit Bumi. Jarak antarbenda langit tersebut juga sangat jauh.

“Tidak mungkin orbit planet atau orbit Bulan itu bergeser atau keluar dari orbitnya tanpa ada gangguan yang ekstrem,” jelasnya.

Thomas mengimbau masyarakat tidak mengaitkan fenomena astronomi dengan narasi bencana atau kejadian buruk yang tidak memiliki dasar ilmiah. Fenomena seperti okultasi Bulan dan Venus justru dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh peristiwa astronomi yang terjadi di langit.(art)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini