KUBUS.ID – Dishub Tulungagung berencana menambah armada Mobil Penumpang Umum (MPU) untuk antar-jemput sekolah di tahun depan. Langkah ini diambil guna mengakomodir kebutuhan transportasi pelajar di wilayah Kecamatan Pagerwojo dan kawasan Tulungagung selatan.
Kebijakan tersebut menyusul adanya pengajuan resmi dari pihak sekolah yang membutuhkan kepastian akses transportasi aman bagi siswa.
Kabid Angkutan dan Sarana Dishub Kabupaten Tulungagung, Oki Sakti Nugrahajati mengungkapkan bahwa pihak SMP Pagerwojo telah mengirimkan proposal permohonan penambahan jalur armada sekolah.
Dishub memastikan akan menindaklanjuti permohonan tersebut dengan menyusun nota dinas yang ditujukan kepada Bappeda serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait penyediaan anggaran. Namun, untuk saat ini pihak dinas masih harus memprioritaskan alokasi anggaran belanja bahan bakar minyak (BBM) yang ada.
“Nah, itu kemarin kan dari SMP Pagerwojo, itu minta, sudah mengajukan proposal ke kami,” kata Oki saat dikonfirmasi mengenai permintaan penambahan jalur tersebut.
Di sisi lain, rencana penambahan armada berupa bus sekolah untuk wilayah Tulungagung selatan, seperti Kecamatan Campurdarat dan Bandung, dipastikan tertunda.
Keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor utama pembatalan pengadaan bus baru dalam waktu dekat. Dishub Tulungagung juga telah mengajukan bantuan armada ke pemerintah pusat, tetapi hingga kini belum mendapatkan realisasi.
“Iya, itu nanti rencananya kalau untuk bus sekolah kita untuk ke depannya mungkin untuk 2027-2028 kemungkinan tidak ada karena kan anggarannya juga terbatas,” jelasnya.
Sebagai gantinya, Dishub akan mengalihkan fokus dengan menambah unit MPU untuk rute Bandung, Campurdarat, dan Boyolangu. Pengoperasian MPU dinilai lebih realistis dibandingkan memaksakan pengadaan bus sekolah yang memakan biaya besar.
Selama beberapa tahun terakhir sendiri, Dishub Tulungagung tercatat baru mengoperasikan 31 unit armada MPU untuk melayani rute antar-jemput sekolah di berbagai wilayah.
“Kemungkinan yang menambah itu nanti kol, MPU-nya nanti yang kita tambah,” ucap Oki.
Pihak dinas mengonfirmasi telah menggelar sosialisasi ke sejumlah sekolah menengah pertama di wilayah Campurdarat dan Bandung untuk memetakan titik kebutuhan. Dishub akan menghitung jumlah armada yang diterjunkan berdasarkan proposal pengajuan yang masuk dari masing-masing sekolah. Berdasarkan kajian sementara, idealnya dibutuhkan tambahan sekitar 2 hingga 3 unit MPU untuk rute Tulungagung selatan tersebut.
“Mungkin nanti jalurnya Bandung, Campurdarat, Tulungagung, antara itulah nanti,” sebutnya.
“Mungkin 2 sampai 3 ya,” ujar Oki mengenai perkiraan kebutuhan ideal armada MPU tambahan. (dit/stm)































