TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan proyek revitalisasi puluhan sekolah di SMKN 1 Tulungagung pada Kamis (14/5). Langkah strategis ini mencakup rehabilitasi sarana pendidikan di wilayah Tulungagung, Trenggalek, hingga Pacitan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai puluhan miliar rupiah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa kucuran bantuan untuk rehabilitasi sarana pendidikan di tahun 2025 ini merupakan salah satu yang terbesar di tingkat nasional. Program tersebut menyasar perbaikan berbagai fasilitas sekolah mulai dari Ruang Kelas Baru (RKB) hingga ruang praktik siswa.
“Ini alhamdulillah bantuan pemerintah di tahun 2025 cukup banyak, bahkan terbanyak di Indonesia. Jawa Timur mendapatkan bantuan untuk perbaikan sekolah di berbagai wilayah,” kata Aries saat mendampingi Gubernur Jawa Timur.
Secara teknis, terdapat 44 lembaga pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di tiga kabupaten tersebut yang tersentuh program revitalisasi ini dengan total anggaran Rp46,9 miliar. Kabupaten Tulungagung tercatat menerima alokasi terbesar senilai Rp23,2 miliar yang diperuntukkan bagi 20 lembaga sekolah.
Aries menyebutkan bahwa penggabungan seremoni peresmian di satu lokasi dilakukan untuk mengoptimalkan efisiensi waktu koordinasi antar wilayah di Jawa Timur bagian selatan. Selain itu, peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan yang telah selesai dikerjakan.
“Hari ini kita berada di wilayah Tulungagung dan kebetulan kita gabungkan jadi satu agar lebih efektif dan lebih efisien,” terangnya.
Selain wilayah Tulungagung, Kabupaten Pacitan mendapatkan alokasi sebesar Rp 15,1 miliar untuk perbaikan 13 lembaga sekolah. Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Trenggalek, pemerintah mengucurkan anggaran senilai Rp 8,5 miliar yang didistribusikan kepada 11 sekolah jenjang menengah.
Aries juga menegaskan bahwa status seluruh pengerjaan fisik di puluhan lembaga tersebut dipastikan telah tuntas secara keseluruhan sebelum prosesi peresmian dilakukan oleh gubernur.
“Loh sudah selesai. Ini kan peresmian. Tahun 2025 baru diresmikan sekarang,” ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi, total sekolah yang mendapatkan program serupa di seluruh wilayah Jawa Timur mencapai 493 lembaga, baik untuk kategori sekolah negeri maupun swasta. Aries memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan bantuan pada tahun-tahun mendatang.
“Tahun 2026 pasti ada, kita tunggu dari pemerintah pusat turunnya berapa yang dapat Jawa Timur,” jelas Aries.
Pihaknya menaruh harapan besar agar kuota penerima bantuan pembangunan sekolah terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Hal ini mengingat masih banyak sekolah di daerah yang membutuhkan penanganan infrastruktur secara mendalam guna mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Harapannya banyak, karena banyak sekolah kita yang masih butuh perhatian yang sangat serius,” bebernya. (dit)































