
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kabupaten Kediri semakin menegaskan diri sebagai salah satu sentra utama ayam petelur di Jawa Timur. Produksi ayam petelur yang tinggi belum sepenuhnya diikuti dengan ketersediaan lahan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga pengembangan usaha peternak masih menghadapi kendala klasik.
Menanggapi hal ini, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), langsung bergerak. Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen membuka jalan bagi para peternak dengan menuntaskan hambatan regulasi lahan.
Dalam pertemuan dengan pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Mas Dhito mendorong agar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) tidak hanya fokus pada kawasan industri, tapi juga memperluas kajian ke kawasan budidaya.
“DKPP sudah mengusulkan kajian kawasan industri peternakan. Ini bagus, tapi mengapa tidak sekaligus kawasan budidaya?” ujar Mas Dhito.
Menurutnya, konsep Kawasan Budidaya Terpadu bisa memberikan efek domino positif. Selain membantu masalah lahan bagi peternak layer, kawasan ini bisa diintegrasikan dengan sektor lain, seperti perikanan air tawar dan pertanian.
Potensi Peternakan Ayam Petelur di Kediri
- Populasi ayam petelur: 7.569.539 ekor
- Produksi telur: 5.917.100 kg/bulan
- Kebutuhan daerah: 891.700 kg/bulan
- Status produksi: Surplus 5 juta kg+/bulan
- Serapan tenaga kerja: 1.000 – 1.200 orang
Mas Dhito menyoroti sebaran anggota KPPUK yang masih terfragmentasi, sehingga pengelolaan lingkungan dan logistik kurang efisien.
“Sebaran anggota KPPUK saat ini masih belum tersentralisasi. Ini perlu dijadikan satu kawasan, dan tahun 2026 akan segera dibuat kajiannya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, menyambut positif inisiatif ini. Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Kediri melalui DKPP, mulai dari pendampingan teknis hingga solusi kebijakan.
“Kami berharap KPPUK terus bersinergi dan mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kediri,” ungkap Eko.
Dengan kajian kawasan budidaya ini, sekitar 2.800 pengusaha mikro dan 60 peternak besar di Kediri diharapkan bisa naik kelas, sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.(atc/adr)































