Beranda Gaya Hidup Jam Biologis yang Berantakan

Jam Biologis yang Berantakan

487

KUBUS.ID – Ramadan mengacak jadwal. Tidur lebih malam karena tarawih. Bangun lebih pagi untuk sahur. Siang hari terasa lebih panjang. Energi naik turun tak menentu. Jam biologis berubah total.

Tubuh yang terbiasa dengan pola 7–8 jam tidur utuh kini harus beradaptasi. Akibatnya:

  • Konsentrasi bisa menurun.
  • Emosi lebih mudah terpancing.
  • Produktivitas naik-turun.
  • Tubuh terasa lebih cepat lelah.

Namun di balik kekacauan ritme ini, ada pelajaran penting: fleksibilitas. Ramadan melatih kita untuk beradaptasi. Tidak semua hal berjalan sesuai pola ideal.

Cara menjaga keseimbangan selama perubahan ritme:

  • Tidur lebih awal jika memungkinkan.
  • Hindari konsumsi gula berlebihan saat berbuka.
  • Atur ulang prioritas pekerjaan.
  • Kurangi aktivitas yang tidak esensial.

Ramadan menunjukkan bahwa hidup tidak selalu stabil. Tetapi manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesuaikan diri. Dan sering kali, dari ketidaknyamanan itu, muncul pertumbuhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini