
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam memerangi Tuberkulosis (TBC) menunjukkan hasil nyata. Dalam dua tahun terakhir, angka temuan kasus TBC di Kota Kediri konsisten melampaui target nasional. Capaian itu menjadi indikator kuat keberhasilan deteksi dini yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Sepanjang 2025, Dinkes Kota Kediri mencatat 1.802 kasus TBC. Jumlah tersebut setara 117,93 persen dari target 1.528 kasus. Tren positif itu berlanjut dari tahun sebelumnya. Pada 2024, temuan kasus bahkan mencapai 1.849 orang atau sekitar 121 persen dari target 1.531 kasus.
Tingginya angka temuan ini bukan berarti kasus TBC melonjak tak terkendali. Justru sebaliknya, kondisi tersebut mencerminkan agresivitas sistem skrining yang berjalan efektif. Apalagi, sebagian pasien yang tercatat bukan warga ber-KTP Kota Kediri, melainkan datang dari luar daerah untuk menjalani pengobatan karena kualitas layanan kesehatan yang dinilai memadai.
Memasuki 2026, Dinkes Kota Kediri memasang target lebih tinggi. Fokus utamanya memperluas skrining guna memutus mata rantai penularan sedini mungkin. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengoperasian X-Ray Portable.
Alat tersebut memungkinkan pemeriksaan rontgen dada dilakukan langsung di lapangan, mulai dari permukiman padat hingga lokasi kegiatan masyarakat, tanpa harus membawa pasien ke rumah sakit.
“Cek kesehatan gratis menjadi pintu masuk skrining awal. Dengan X-Ray Portable, kami berharap penemuan kasus di lapangan bisa lebih cepat dan akurat,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, Rabu (28/1/2026).
Hendik menegaskan, TBC bukan penyakit sepele. Penyakit menular ini dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Penularannya terjadi melalui droplet atau percikan lendir saat penderita batuk, bersin, atau berbicara dalam jarak dekat.
Meski demikian, TBC dapat disembuhkan secara total asalkan pasien disiplin menjalani pengobatan. Dinkes mengingatkan tiga kunci utama kepada masyarakat: deteksi dini dengan segera memeriksakan diri jika batuk lebih dari dua minggu, kepatuhan minum obat sesuai anjuran medis, serta menyelesaikan pengobatan hingga tuntas untuk mencegah resistensi kuman.
Dengan dukungan teknologi kesehatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, Pemkot Kediri optimistis angka kesembuhan TBC terus meningkat, sekaligus menekan risiko kematian akibat penyakit menular tersebut.(atc/adr)





























