Beranda Nasional Rupiah Melemah, Harga Oli dan Spare Part Sepeda Motor Alami Kenaikan Tajam

Rupiah Melemah, Harga Oli dan Spare Part Sepeda Motor Alami Kenaikan Tajam

26
Ilustrasi isi oli motor. (Foto. Unplash - Hirerush)

JAKARTA, (KUBUS.ID) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah turut memberikan dampak pada sektor otomotif, tak terkecuali harga spare part dan oli motor. Hal ini diungkap oleh akun Instagram @bushcoo.

Bahkan, sejumlah bengkel disebut-sebut terpaksa menaikan tarif servis. Sebab, sebagian besar komponen masih bergantung dengan impor. Oli mesin sendiri merupakan salah satu yang paling terdampak. Harganya naik sekitar Rp 20 ribu dari Rp 55 ribu menjadi Rp 75 ribu dalam beberapa minggu terakhir.

“Pemilik bengkel di Palmerah, Jakarta Barat, mengatakan kenaikan harga kebutuhan bengkel saat ini berkisar antara 20 hingga 30 persen,” ungkap akun tersebut.

Bukan hanya harga oli yang terdampak, sejumlah komponen kendaraan lain seperti ban, baut, dan vanbelt juga ikut mengalami kenaikan. Kondisi ini dipicu oleh membengkaknya biaya impor serta distribusi.

Di saat yang sama, ketersediaan beberapa suku cadang mulai menipis akibat terganggunya rantai pasokan global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dampaknya turut dirasakan konsumen dalam pengeluaran sehari-hari. Jika sebelumnya biaya servis motor umum beserta penggantian oli berkisar Rp150 ribu, kini angkanya bisa menembus Rp250 ribu.

Situasi tersebut membuat sebagian pemilik kendaraan memilih mengurangi jadwal servis, menunda pergantian komponen tertentu, hingga menekan kebutuhan lain agar motor tetap dapat digunakan untuk menunjang aktivitas harian.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari netizen, salah satunya @hmahardik***. Dia mengungkap bahwa kenaikan harga pelumas disebabkan oleh eskalasi perang yang meningkat di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS).

“Gimana ngomongnya ya.. Sebelum ada kabar rupiah anjlok, produsen pelumas sudah melakukan skema harga jual pelumas di semua merk pelumas. Setahu saya bukan karena rupiah anjlok, tapi karena efek perang Iran Amerika. Kenapa bisa begitu, karena base oil (minyak mentah) negara kita masih Impor. Dan kenapa bisa naik, karena kapal tanker Pertamina tidak boleh lewat selat Hormuz,” jelasnya.

Bahkan, terdapat pula netizen yang merasakan sendiri kenaikan harga oli saat ini.

“Pantesan Kaget dikit kemarin nyoba ke bengkel yang bukan langganan. Kirain bengkel nya yang mahal. Ternyata emang oli nya yang naik,” ungkap @riannr*** (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini