Beranda Jawa Timur Rupiah Melemah, Prof Naning: Investor Global Beralih ke Dolar AS dan Emas

Rupiah Melemah, Prof Naning: Investor Global Beralih ke Dolar AS dan Emas

17

Kediri, (KUBUS.ID) – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh Rp17.500 mendapat perhatian dari Prof. Dr. Hj. Naning Fatmawatie Guru Besar Bidang Ilmu Keuangan dan Perbankan UIN Syekh Wasil Kediri. Menurutnya, kondisi ini mirip dengan situasi saat pandemi Covid-19 karena sama-sama dipengaruhi tekanan ekonomi global.

Naning menjelaskan, nilai rupiah sangat dipengaruhi arus modal asing dan kondisi ekonomi dunia. Salah satu penyebab utama melemahnya rupiah adalah kenaikan suku bunga di negara maju, terutama Amerika Serikat.

“Kenaikan suku bunga membuat investor lebih memilih menyimpan dana dalam bentuk dolar AS yang dianggap lebih aman. Akibatnya, banyak modal asing keluar dari Indonesia dan rupiah ikut melemah,” ujarnya.

Selain itu, kondisi ekonomi global yang belum stabil membuat permintaan ekspor menurun, investasi asing melambat, dan pasar keuangan menjadi tidak menentu.

Meski begitu, ada dampak positif bagi Indonesia dari naiknya harga komoditas dunia. Menurut Naning, ekspor batu bara dan minyak sawit yang meningkat bisa membantu menambah pemasukan devisa negara.

“Kalau ekspor lebih besar dibanding impor, pasokan valuta asing akan bertambah dan bisa membantu menjaga stabilitas rupiah,” jelasnya.

Naning juga menilai dominasi dolar AS dalam perdagangan internasional membuat rupiah sulit menguat. Sebab sebagian besar transaksi dunia masih menggunakan mata uang dolar.

Tak hanya faktor ekonomi, situasi politik dunia juga ikut memengaruhi. Konflik Rusia-Ukraina hingga memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat membuat investor memilih aset aman seperti dolar AS dan emas.

“Kondisi geopolitik dunia membuat investor menarik dananya dari negara berkembang. Dampaknya, rupiah ikut tertekan,” pungkasnya. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini