Beranda Kediri Raya Stok Pangan 12 Bulan Aman, Pemkab Tulungagung Proyeksi Surplus 90 Ribu Ton...

Stok Pangan 12 Bulan Aman, Pemkab Tulungagung Proyeksi Surplus 90 Ribu Ton Padi

4509

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Masuk masa panen raya di tahun ini, Pemkab Tulungagung mulai memetakan jumlah produksi dan kebutuhan beras di 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan di tahun ini dalam kategori aman.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menerangkan bahwa pemkab juga melakukan tindak lanjut dengan untuk meninjau kualitas hasil pertanian serta stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Alhamdulillah panennya juga bareng dan maksimal, harganya juga bagus pada hari ini,” ujarnya.

Baharudin menjelaskan bahwa meski saat ini mulai memasuki masa panen, puncak panen raya di wilayah Tulungagung diperkirakan baru akan terjadi pada April hingga Mei mendatang.

Berdasarkan data teknis, produksi padi di Tulungagung pada 2025 tercatat mencapai angka 319.000 ton, sementara untuk capaian 2026 hingga saat ini telah menyentuh sekitar 80.000 ton.

Pemerintah daerah mencatat tren produksi padi terus meningkat setiap tahunnya. Dengan surplus produksi yang diproyeksikan mencapai 90.800 ton pada tahun 2025.

Sehingga, stok pangan untuk masyarakat Tulungagung diklaim aman untuk memenuhi kebutuhan selama 12 bulan ke depan.

Dari sisi luas lahan, total luas tanam tahun lalu mencapai 30.000 hektar dengan total luas panen yang terealisasi lebih dari 49.000 hektar.

Mengenai jadwal panen yang berlangsung di berbagai kecamatan, Baharudin menyebutkan bahwa prosesnya tidak dilakukan secara serentak karena perbedaan masa tanam di setiap wilayah.

“Kalau panen di Tulungagung kan tidak serentak ya. Jadi ada waktunya karena pada masa tanamnya atau ngurit-nya itu tidak barengan, dijadwal sesuai jadwalnya masing-masing,” ucapnya.

Guna menjaga konsistensi hasil panen, Pemkab Tulungagung mengeklaim telah melakukan berbagai langkah pendampingan, mulai dari pengaturan pola irigasi hingga pendistribusian sarana produksi pertanian kepada para kelompok tani.

“Selain kita memberikan bimbingan kepada petani, menjadwalkan pengairan juga kita tata. Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) juga kita salurkan, bantuan benih, obat-obatan… benih padi, benih jagung, obat juga kita salurkan,” terangnya.

Menanggapi persoalan pupuk yang kerap menjadi perhatian para petani, Baharudin menegaskan bahwa untuk periode tahun ini ketersediaan pupuk di wilayahnya sudah mencukupi dan tidak ditemukan kendala distribusi di lapangan.

“Kebutuhan pupuk tahun ini sudah mencukupi, pupuk tidak ada masalah ya. Pupuk tidak ada masalah,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna menambah dukungan sarana prasarana bagi kelompok tani demi mengejar target swasembada pangan.

“Itu setiap tahun kita usulkan. Karena itu yang mendukung percepatan panen dan swasembada pangan. Karena program pemerintah pusat ada, kita harus aktif untuk itu, semuanya untuk peningkatan panen,” paparnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini