KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kabar menggembirakan datang dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, stok bahan pokok dipastikan aman, bahkan surplus di sejumlah komoditas strategis.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Pemkab Kediri menegaskan bahwa ketersediaan pangan per Februari 2026 hingga tiga bulan ke depan berada dalam kondisi sangat mencukupi.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan distribusi bahan pokok penting (bapokting).
“Koordinasi terus kami lakukan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan pangan,” ujarnya.
Produksi beras pada Februari 2026 diprediksi mencapai 18.274,3 ton dengan total ketersediaan menyentuh 59.425,3 ton. Sementara kebutuhan masyarakat di bulan yang sama tercatat 9.965,2 ton.
“Artinya, ada surplus beras sebesar 49.460,1 ton. Ini angka yang sangat memadai,” jelas Tutik.
Tak hanya beras, sejumlah komoditas lain juga menunjukkan kondisi aman.
– Jagung tersedia 26.575 ton, surplus 6.259,9 ton.
– Bawang merah tersedia 814,5 ton, kebutuhan 370,7 ton.
– Cabai rawit tersedia 5.984 ton, kebutuhan 263,5 ton.
– Daging sapi tersedia 296,9 ton, kebutuhan 95 ton.
– Telur ayam tersedia 5.344,5 ton, kebutuhan 805,4 ton.
– Gula pasir tersedia 1.324,3 ton, kebutuhan 767,9 ton.
– Minyak goreng tersedia 1.975,1 liter, kebutuhan 1.409,1 liter.
Beberapa komoditas lain seperti bawang putih dan kedelai juga berada di zona aman dengan surplus masing-masing 88,6 ton dan 17 ton.
Secara umum, ketersediaan bapokting di Kabupaten Kediri selama Februari hingga puncak kebutuhan di bulan Ramadhan dan Lebaran berada dalam posisi lebih dari cukup.
“Kami pastikan distribusi berjalan lancar hingga pelosok desa, sehingga ketercukupan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan kondisi surplus di berbagai sektor pangan, Pemkab Kediri optimistis stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga selama momentum hari besar keagamaan mendatang.(sof/adr)

































