Beranda Kediri Raya Keluhkan Pedagang Liar di Luar Pasar Pahing, Pedagang Resmi: Kami Bayar Retribusi,...

Keluhkan Pedagang Liar di Luar Pasar Pahing, Pedagang Resmi: Kami Bayar Retribusi, Tapi Sepi Pembeli

943
Salah satu sudut Pasar Pahing Kota Kediri yang kini sepi pembeli (Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kondisi pasar tradisional di Kota Kediri saat ini menjadi sorotan, karena semakin lengang. Salah satunya, Pasar Pahing yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto. Pedagang yang berjualan di dalam area pasar mengeluhkan kian sepinya pembeli. Biang keladinya, menurut mereka, menjamurnya pedagang liar yang menggelar lapak di luar pasar hingga memakan bahu jalan.

Pantauan jurnalis ANDIKA Media pada Rabu (25/2), pembeli lebih banyak berkerumun di luar pagar pasar. Sebagian memilih bertransaksi tanpa turun dari kendaraan. Praktis, cepat, dan tanpa repot parkir. Situasi ini membuat arus pembeli terhenti di luar. Bagian dalam pasar pun kian lengang.

Dampaknya mulai terasa. Sejumlah lapak di dalam pasar kosong ditinggal penyewa. Aktivitas jual beli tak lagi seramai dulu.

Waluyo, pedagang ikan di dalam pasar, mengaku kondisi itu memukul omzetnya.

“Banyak lapak di dalam kosong. Pembeli jarang masuk. Kami yang di dalam makin sepi,” keluhnya.

Ia menegaskan, pedagang resmi tetap wajib membayar retribusi harian. Namun, pemasukan tak lagi sebanding. “Kami bayar retribusi tiap hari. Tapi kalau pembelinya tidak masuk, bagaimana bisa nutup?” ujarnya.

Menurutnya, penertiban pedagang di luar pasar perlu segera dilakukan agar persaingan lebih adil. Pedagang resmi berharap ada ketegasan, sehingga pembeli kembali masuk ke area pasar.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PD Pasar Joyoboyo Djauhari Lutfi memastikan pihaknya sudah bergerak. Koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk mencari solusi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Kediri dan Disperdagin Kota Kediri untuk penertiban pedagang di luar pasar,” tegasnya.

Penataan itu tak hanya ditujukan menghidupkan kembali aktivitas di dalam pasar tradisional. Lebih dari itu, penertiban juga diharapkan mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat aktivitas jual beli di bahu jalan.

Pedagang berharap, langkah tegas pemerintah bisa menciptakan ekosistem pasar yang lebih tertib dan sehat. Sebab, tanpa keadilan aturan, pasar tradisional kian kehilangan denyutnya. Selain itu, dengan penataan yang baik diharapkan tidak hanya mengembalikan keramaian di dalam pasar tradisional, tetapi juga mengurai kemacetan yang sering terjadi di sekitar pasar akibat aktivitas jual beli di bahu jalan.(atc/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini