Beranda Kediri Raya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran, Pemkab Kediri Perkuat Operasi Pasar dan...

Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran, Pemkab Kediri Perkuat Operasi Pasar dan Digitalisasi Transaksi

66
Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran, Pemkab Kediri Perkuat Operasi Pasar dan Digitalisasi Transaksi (Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satu langkah konkret yang digencarkan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kecamatan.

Komitmen ini turut diperkuat dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Timur yang digelar di Surabaya.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan bahwa Bupati Kediri telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif turun langsung ke lapangan guna memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga.

“Bupati terus menggelar pasar murah di sejumlah titik, termasuk hari ini, sebagai upaya menjaga stabilitas harga,” ujar Dewi.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara bergiliran sejak sebelum Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Berbagai komoditas pokok disediakan, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, serta kebutuhan pokok lainnya.

Secara umum, pasokan bahan pangan di Kabupaten Kediri terpantau dalam kondisi aman. Meski sempat terjadi dinamika harga pada beberapa komoditas, Pemkab Kediri rutin melakukan operasi pasar untuk mengendalikan lonjakan harga.

Selain pangan, ketersediaan energi juga menjadi perhatian, khususnya LPG. Dewi menjelaskan bahwa sempat terjadi kendala distribusi di wilayah Kediri bagian selatan. Namun, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga pasokan kini kembali stabil.

Di sisi lain, Pemkab Kediri juga terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi daerah. Melalui TP2DD, berbagai layanan keuangan pemerintah kini bertransformasi ke sistem digital guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan akses bagi masyarakat.

Beberapa capaian digitalisasi tersebut antara lain:

  • Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah dapat dilakukan secara online dan langsung masuk ke kas daerah.
  • Retribusi parkir yang mulai menerapkan sistem pembayaran non-tunai.
  • Transaksi di sejumlah pasar tradisional yang telah menggunakan QRIS untuk memudahkan pedagang dan pembeli.

“Pajak sudah online, parkir mulai non-tunai, dan beberapa pasar juga telah menggunakan QRIS,” tegasnya.

Dengan langkah terintegrasi antara pengendalian harga pangan dan percepatan digitalisasi transaksi, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Lebaran dengan lebih tenang dan nyaman.(atc/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini