KEDIRI, (KUBUS.ID) – Hari ini, Selasa (3/3) umat Konghucu, khususnya di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kediri, merayakan Yuen Ciau Cie atau Cap Go Meh. Perayaan ini menandai hari ke-15 sekaligus bulan purnama pertama dalam Tahun Baru Imlek, yang menjadi puncak seluruh rangkaian perayaan.
Sejak pagi, suasana khidmat sudah terasa di klenteng. Berbeda dari hari biasa, sebuah altar tambahan dipasang di halaman depan untuk menunjang ibadah puncak yang diperkirakan akan dihadiri lebih banyak umat.
Prosesi sembahyang dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi, pukul 19.00 WIB dan 22.00 WIB. Di sela-sela ibadah, panitia juga menyiapkan rangkaian kegiatan sosial dan budaya guna mempererat kebersamaan.
Pertunjukan barongsai akan memeriahkan suasana. Selain itu, tradisi makan bersama Lontong Cap Go Meh turut digelar sebagai simbol akulturasi budaya sekaligus ungkapan rasa syukur.
Ketua Yayasan Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong, Prayitno, mengatakan bahwa esensi perayaan Cap Go Meh adalah ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, para Buddha, Bodhisattva, dan Shen Ming.
“Kami memanjatkan doa syukur dan memohon berkah. Semoga di tahun baru ini segala urusan dilancarkan dan kita semua dijauhkan dari bencana serta mara bahaya,” ujarnya.
Yayasan telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan umat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk hingga malam hari.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat toleransi dan kerukunan, sekaligus membawa semangat baru yang lebih tangguh dalam menjalani tahun yang sedang berjalan ini.(sof/adr)

































