KEDIRI, (KUBUS.ID) – Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kemarau ekstrem yang dikenal dengan fenomena “Godzilla El Nino” mulai menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada sektor pertanian, khususnya terhadap ketersediaan stok beras di sejumlah daerah, termasuk wilayah Kediri.
Menyikapi hal tersebut, Perum Bulog Kantor Cabang Kediri memastikan kesiapan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Berbagai strategi telah disusun untuk menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang tersebut. Berdasarkan data terbaru, stok beras yang saat ini dikelola Bulog Kediri mencapai 90.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 bulan ke depan.
Tidak hanya mengandalkan stok yang ada, Bulog Kediri juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat cadangan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Secara proyeksi, hingga akhir April mendatang, total stok beras diperkirakan akan meningkat signifikan hingga mencapai 110.000 ton. Hal ini menunjukkan optimisme Bulog dalam menjaga ketahanan pangan meski di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi “Godzilla El Nino”.
“Semua sudah kami siapkan, termasuk skenario menghadapi musim kemarau ekstrem. Kami juga telah menghitung kebutuhan apabila diperlukan untuk bantuan pangan maupun operasi pasar,” ujarnya.
Harisun memastikan bahwa Bulog Kediri siap melakukan intervensi apabila terjadi gejolak harga di masyarakat. Operasi pasar menjadi salah satu instrumen yang telah dipersiapkan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras.
Dengan kesiapan stok yang memadai serta strategi yang terencana, Bulog Kediri optimistis mampu menjaga ketahanan pangan di wilayahnya, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi potensi dampak kemarau ekstrem ke depan.(atc)
































