Beranda Kediri Raya TKA Jenjang SMP-MTs Digulirkan, Dinas Pendidikan Tulungagung Sebut Tingkat Partisipasi Sentuh 90...

TKA Jenjang SMP-MTs Digulirkan, Dinas Pendidikan Tulungagung Sebut Tingkat Partisipasi Sentuh 90 Persen

21
Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Tulungagung di jenjang SMP dan MTs mulai bergulir. (Foto. Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Tulungagung di jenjang SMP dan MTs mulai bergulir. Tes ini digelar selama dua pekan dengan beberapa sesi. Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menyebut sempat mengalami kendala teknis di hari-hari pertama pelaksanaan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti, menjelaskan bahwa meskipun kepesertaan TKA ini tidak bersifat wajib bagi satuan pendidikan, namun tingkat partisipasi sekolah di Tulungagung tergolong sangat tinggi. Yaitu, mencapai lebih dari 90 persen.

Secara umum, proses ujian berjalan tanpa kendala berarti. Tapi, ada satu catatan teknis pada hari pertama yang menimpa salah satu sekolah akibat faktor cuaca, namun hal tersebut segera tertangani sehingga tidak mengganggu jadwal siswa.

“Lancar. Kemudian yang hari pertama itu hanya SMP 3 Kedungwaru ada internetnya tersambar petir. Tapi akhirnya kan mereka laporan, terus bisa kita upayakan hari kedua ini sudah bisa mengikuti,” kata dia.

Mengingat keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) seperti laptop di setiap sekolah, pihak dinas mengatur jadwal pelaksanaan dalam beberapa gelombang dan sesi. Hal ini dilakukan agar seluruh siswa tetap bisa mengerjakan ujian dengan fasilitas yang tersedia di sekolah masing-masing.

“Jadi setiap sesi itu di ruangan kan sekitar 15 (siswa). Ada beberapa gelombang, terus ada beberapa sesi,” bebernya.

Setelah rampung dengan jenjang SMP dan MTs, Dinas Pendidikan rencananya akan melanjutkan agenda serupa untuk jenjang SD dan MI. Deni memastikan bahwa koordinasi untuk tingkat sekolah dasar sudah berjalan, termasuk kesiapan para siswa yang sebelumnya sudah menjajal simulasi berskala nasional.

“SD sudah dilaksanakan simulasi secara nasional. Jadi ini kan programnya Pusat, programnya Kemendikdasmen. Untuk SD pun juga sudah mengikuti simulasi secara nasional bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Deni memaparkan bahwa tantangan untuk jenjang SD kemungkinan besar bukan terletak pada kesiapan infrastruktur digital, melainkan pada bobot materi ujian yang menuntut kemampuan berpikir kritis dari para siswa.

“Walaupun ada kendala, paling SD itu kendalanya mungkin di soal. Soal-soalnya itu kan penalaran,” akunya.

Deni menegaskan bahwa untuk menutupi kekurangan perangkat komputer. Skema pinjam pakai antar sekolah menjadi solusi agar seluruh sekolah dasar siap melaksanakan TKA tepat waktu.

“Tidak ada kendala. Kalaupun ada kendala, SD yang kurang itu bisa pinjam ke SD lainnya,” tandasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini