
JAKARTA, (KUBUS.ID) – Publik tengah ramai membahas anggaran pengadaan sepatu sekolah senilai Rp 27 miliar yang masuk dalam APBN 2026 untuk mendukung kebutuhan siswa Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Kementerian Sosial mengalokasikan dana tersebut untuk sekitar 39 ribu pasang sepatu. Dalam rencana awal, harga per pasang disebut mencapai Rp 700 ribu.
Nominal itu memicu kritik karena dinilai jauh di atas harga pasar sepatu sekolah yang umumnya berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, banyak pihak mempertanyakan besarnya dana yang hanya dialokasikan untuk sepatu. Lelang Terbuka Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, pengadaan akan dilakukan melalui mekanisme e-purchasing dan lelang terbuka agar berjalan transparan.
“Intinya, anggaran Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi kepentingan siswa dan operasional. Mulai dari urusan makan dan minum hingga kelengkapan seragam serta sepatu, semuanya telah diakomodasi,” kata Saifullah Yusuf.
Ia menambahkan, angka Rp700 ribu bukan harga final, melainkan pagu awal yang masih bisa berubah setelah proses lelang.
“Terkait harga, tentu akan disesuaikan dengan alokasi yang ada. Melalui mekanisme lelang, ada kemungkinan harga perolehan menjadi lebih rendah dari anggaran yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Saifullah Yusuf juga menegaskan tim pengadaan di Kementerian Sosial telah diingatkan agar bekerja profesional dan tidak bermain-main dengan proyek tersebut.
“Pekerjaan ini diawasi ketat, tidak hanya oleh lembaga resmi, tetapi juga oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Meski menuai polemik, pemerintah memastikan proses pengadaan sepatu sekolah Rp 27 miliar akan dilakukan secara terbuka dan harga akhir berpeluang turun setelah lelang. (SUARA/far)































