Beranda Gaya Hidup Kasus Perdangan Anak Kembali Mencuat, Dinsos Kota Blitar Lakukan Pendampingan

Kasus Perdangan Anak Kembali Mencuat, Dinsos Kota Blitar Lakukan Pendampingan

6
Ilustrasi stop perdagangan anak (sumber foto:chatgpt)
BLITAR, KUBUS.ID-Kasus eksploitasi anak yang berhasil diungkap Satreskrim Polres Blitar Kota mendapat perhatian serius dari Dinas Sosial Kota Blitar. Dinsos kini turut bersinergi dalam pendampingan terhadap para korban yang mayoritas masih berusia di bawah umur.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Blitar, Sumaryono S.Sos mengatakan, pengungkapan kasus tersebut menjadi peringatan penting bagi semua pihak terkait maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menyasar anak-anak.

Menurut Sumaryono, kasus ini terungkap setelah para korban merasa apa yang dijanjikan sebelumnya tidak sesuai kenyataan. Korban merasa hanya dimanfaatkan sehingga akhirnya berani bercerita kepada keluarga dan dilanjutkan dengan laporan ke Polres Blitar Kota.

“Korban merasa hanya dijadikan sapi perahan. Setelah menyampaikan ke keluarga, akhirnya kasus ini bisa terungkap,” kata Sumaryono.

Ia menilai perkembangan media sosial yang sangat mudah diakses anak-anak menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kasus eksploitasi dan perdagangan orang. Karena itu, pengawasan orang tua dinilai sangat penting agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan maupun aktivitas negatif di dunia digital.

“Orang tua harus benar-benar mengawasi penggunaan gadget dan pergaulan anak. Jangan sampai media sosial justru dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjerat anak-anak,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Sosial Kota Blitar terus melakukan pendampingan psikologis kepada para korban untuk memulihkan kondisi mental mereka. Sebab, banyak korban mengalami tekanan psikis dan rasa bersalah setelah mengalami kejadian tersebut.

Selain pendampingan dari pemerintah, Sumaryono menegaskan dukungan keluarga menjadi faktor utama dalam proses pemulihan korban, terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga broken home agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara normal.(eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini