Beranda Kediri Raya Amankan Hewan Kurban, DPKH Tulungagung Percepat Serapan 23 Ribu Dosis Vaksin PMK

Amankan Hewan Kurban, DPKH Tulungagung Percepat Serapan 23 Ribu Dosis Vaksin PMK

1

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung memastikan stok vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mencukupi menjelang Idul Adha. Kepastian ini menyusul adanya tambahan 23.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi untuk menjamin kelayakan hewan kurban.

Kabid Kesehatan Hewan DPKH Tulungagung, Tutus Sumaryani menjelaskan bahwa kondisi persebaran PMK di Bumi Ngrowo saat ini sudah berada dalam kondisi yang terkendali.

Meski demikian, pihak dinas tetap menggelar program vaksinasi rutin yang dilakukan oleh tim lapangan setiap tiga bulan sekali sesuai dengan jadwal dropping vaksin dari provinsi.

“Kalau PMK sampai saat ini alhamdulillah sudah kondisi terkendali. Adapun ya paling satu dua, itu tidak ada,” ujar Tutus saat memberikan keterangan pada Kamis, 7 Mei 2026.

Mengenai ketersediaan dosis, Tutus merinci bahwa Tulungagung telah menerima total alokasi vaksin dalam dua tahap sejak awal tahun.

Setelah menghabiskan 17.000 dosis pada periode Januari hingga Maret, kini pihaknya sedang fokus menyelesaikan penyuntikan 23.000 dosis vaksin untuk tahap kedua yang dijadwalkan rampung sebelum memasuki Agustus.

“Ini yang sampai Agustus nanti kita dapat alokasi 23.000. Harus selesai sampai Agustus harus selesai. Sudah jalan paling sudah hampir 50 persen, mungkin teman-teman masih jalan,” terangnya.

Proses percepatan vaksinasi ini dilakukan agar target serapan dosis tahap kedua bisa tuntas tepat waktu pada Juli mendatang.

Hal ini berkaitan dengan skema pengiriman vaksin dari pemerintah provinsi yang dibagi ke dalam empat tahap sepanjang tahun, di mana dropping tahap ketiga dijadwalkan masuk pada bulan Agustus.

“Paling lambat bulan Juli. Karena nanti Agustus akan ada dropping lagi yang tahap ketiga. Kan satu tahun nanti ada empat tahap pengiriman vaksin PMK,” katanya.

Menjelang Idul Adha, DPKH Tulungagung akan memperketat pengawasan lalu lintas hewan dan kondisi kesehatan ternak di pasar-pasar. Selain monitoring rutin yang dilakukan tim lapangan di setiap hari pasaran, pemantauan intensif secara langsung oleh dinas akan mulai digalakkan saat mendekati hari-H penyembelihan kurban.

“Kalau untuk dari tim teman-teman lapangan kan setiap pasaran tetap. Kemudian dari kami mungkin ya nanti menjelang dua pasaran sebelum hari H nanti kita intensifkan, kita nanti akan turun ke lapangan,” tandasnya. (dit/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini