Beranda Kediri Raya Gubernur Khofifah: Tulungagung Dominasi Pengiriman Lulusan SMK Jawa Timur ke Luar Negeri

Gubernur Khofifah: Tulungagung Dominasi Pengiriman Lulusan SMK Jawa Timur ke Luar Negeri

0

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Tulungagung jadi daerah di Jawa Timur yang mengirimkan lulusan SMK sebagai tenaga kerja terbanyak. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melepas ribuan lulusan siswa SMK di Tulungagung hari ini (14/05).

Khofifah mengatakan, lulusan SMK berperan signifikan dalam membangun konektivitas ruang kerja di berbagai negara. Sehingga siswa harus memiliki skil bekerja sesuai keahlian dan penguasaan bahasa.

“Konektivitas yang sudah terbangun dari unit SMK di Jawa Timur harus di luaskan ke berbagai negara,” ujarnya.

Ada beberapa negara tujuan tenaga kerja lulusan SMK. Mulai dari Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Jerman, Dubai hingga Turki.

“Mereka nanti bekerja di luar negeri antara 3 sampai 5 tahun,” terangnya.

Pemberangkatan akan dilakukan serentak secara nasional oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 20 Mei 2026 mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menambahkan, di Jawa Timur terdapat 4.920 lulusan SMK negeri dan swasta yang akan berangkat ke luar negeri. Dengan rincian, 3.186 siswa SMK mengikuti program magang dan 1.734 lulusan SMK kembali bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Ini tadi kami melakukan pelepasan di SMK Sore Tulungagung,” jelasnya.

Dalam pelepasan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur berasal dari lulusan SMK Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan. Dengan total mencapai 1.067 siswa.

“Tulungagung menjadi pengirim terbanyak siswa lulusan SMK ke luar negeri dengan jumlah 898 siswa,” paparnya.

Ribuan siswa lulusan SMK dari Jawa Timur akan bekerja ke luar negeri pada beberapa sektor. Mulai dari manufaktur, pertanian, industri, farmasi, perhotelan hingga tenaga kerja teknologi Artificial Inteligen (AI).

“Negara tujuan yang paling banyak diminati adalah Jepang,” ungkapnya.

Aries mengatakan, dengan membangun konektivitas ruang kerja ke berbagai negara diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari lulusan SMK.

“Lulusan SMK di Jawa Timur itu mencapai 200 ribuan. Ini langkah awal untuk mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini