Beranda Kediri Raya Harga LPG Non-Subsidi di Kota Kediri Meroket, Pangkalan Keluhkan Penjualan Turun Signifikan

Harga LPG Non-Subsidi di Kota Kediri Meroket, Pangkalan Keluhkan Penjualan Turun Signifikan

5

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kenaikan harga gas LPG non-subsidi yang terjadi secara signifikan dalam lima hari terakhir mulai dirasakan sektor penjualan di tingkat pangkalan. Meski stok terpantau aman, lonjakan harga yang drastis membuat masyarakat mulai mengerem pembelian, yang berdampak langsung pada lambatnya perputaran stok di gudang.

Pantauan jurnalis Andika di lapangan menunjukkan kenaikan terjadi pada seluruh varian LPG non-subsidi. Tabung ukuran 5,5 kg yang semula seharga Rp85.000 kini melonjak hingga Rp107.000. Sementara itu, ukuran 12 kg naik dari Rp185.000 menjadi Rp228.000, dan ukuran besar 50 kg kini dibanderol seharga Rp1.060.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp830.000.


Ruli, salah satu pemilik pangkalan LPG di kawasan Pesantren, Kota Kediri, mengungkapkan bahwa penurunan daya beli sangat terasa sejak penyesuaian harga ini diberlakukan.

“Biasanya dua hari sekali bisa laku 20 sampai 25 tabung, tapi ini sudah masuk hari ketiga stoknya masih ada dan belum restok lagi. Daya beli masyarakat benar-benar terasa menurun,” ujar Ruli.

Meski demikian, Ruli memastikan bahwa hingga saat ini pasokan dari distributor masih berjalan lancar dan tidak ada kelangkaan. Persoalan utama yang dihadapi pedagang saat ini hanyalah fluktuasi harga yang terlalu tinggi sehingga memberatkan konsumen retail maupun pelaku usaha kecil.

Sebagai pemilik pangkalan, ia hanya bisa mengikuti ketetapan harga pasar sambil berharap ada intervensi atau kebijakan baru yang bisa menekan harga di masa mendatang.

“Saat ini kami hanya bisa mengikuti fluktuasi harga pasar saja. Harapan kami stok tetap aman dan harga bisa turun sedikit. Meskipun tidak kembali ke harga awal, paling tidak sedikit lebih murah supaya daya beli masyarakat meningkat lagi dan perputaran penjualan bisa kembali normal,” pungkasnya.

Hingga saai ini, masyarakat mulai beralih lebih selektif dalam penggunaan gas, dan sebagian besar berharap pemerintah dapat meninjau ulang kenaikan harga yang dirasa terlalu membebani kantong warga di tengah situasi ekonomi saat ini.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini