KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang Idulfitri, meningkatnya aktivitas belanja kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang semakin beragam.
Meski laporan yang masuk ke OJK Kediri masih dalam kategori normal, risiko kejahatan seperti skimming ATM, penyebaran file APK berbahaya, hingga tautan (link) palsu diperkirakan meningkat mendekati hari raya.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menyebut salah satu modus yang kini marak adalah penipuan melalui hasil pencarian Google. Ia mengingatkan, posisi teratas di mesin pencari tidak menjamin keaslian sebuah situs.
“Masyarakat harus teliti mengecek alamat website. Seringkali pelaku menggunakan ejaan yang mirip, seperti huruf ganda atau sedikit berbeda. Tanpa disadari, korban bisa masuk ke situs penipuan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kesalahan kecil dalam mengeja alamat situs dapat berakibat fatal. Karena itu, masyarakat diminta selalu memastikan alamat resmi layanan keuangan sebelum bertransaksi.
Untuk menghindari kerugian, OJK Kediri mengingatkan beberapa hal berikut:
- Periksa ejaan website: pastikan tidak ada kejanggalan pada alamat (URL).
- Gunakan platform resmi: hindari transaksi di luar e-commerce tepercaya atau tanpa sistem perantara yang jelas.
- Waspadai tautan mencurigakan: jangan klik link atau unduh file dari nomor tidak dikenal.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap maraknya penawaran pinjaman online (pinjol) ilegal, terutama saat kebutuhan dana meningkat menjelang Lebaran.
“Masyarakat sering tergiur proses cepat dan mudah. Padahal, pinjol ilegal memiliki bunga tinggi dan penagihan yang tidak beretika. Jangan sampai momen Idulfitri justru meninggalkan beban utang,” tegas Ismirani.
OJK Kediri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta mampu mengenali penipuan dan pinjaman ilegal.(atc/adr)

































