KEDIRI, (KUBUS.ID) – Upaya menciptakan situasi aman dan kondusif menjelang Lebaran terus dilakukan jajaran Polres Kediri. Melalui Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar pada 25 Februari hingga 8 Maret 2026, ratusan kasus kriminalitas berhasil diungkap.
Dalam operasi yang berlangsung sekitar dua pekan itu, polisi mencatat 142 kasus berhasil ditangani. Rinciannya, 11 kasus masuk Target Operasi (TO), sedangkan 131 kasus lainnya merupakan Non-Target Operasi (Non-TO).
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat. Informasi dan laporan warga menjadi salah satu kunci dalam pengungkapan kasus di lapangan.
“Ini hasil kerja keras anggota di lapangan yang juga didukung partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan menjelaskan, operasi tersebut menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras (miras) ilegal, premanisme, perjudian, hingga pornografi, baik secara konvensional maupun melalui platform daring.
Dari seluruh kasus yang diungkap, penyalahgunaan narkotika menjadi yang paling dominan. Polisi memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Kediri.
Selain itu, menjelang Hari Raya Idulfitri, polisi juga meningkatkan pengawasan terhadap kepemilikan dan peredaran bahan peledak serta petasan.
“Kami tetap konsisten menindak pelaku kriminalitas. Saat ini fokus kami juga pada antisipasi peredaran petasan karena risikonya sangat berbahaya,” tegas Joshua.
Polres Kediri juga mengimbau masyarakat tidak bermain petasan atau bahan peledak. Warga diminta ikut menjaga keamanan lingkungan agar suasana Lebaran tetap aman dan kondusif.(atc/adr)

































