
TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung mulai memetakan potensi lonjakan wisatawan menjelang libur Lebaran tahun ini. Keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) diprediksi menjadi penggerak utama arus wisatawan, terutama menuju destinasi pantai di wilayah selatan.
Kepala Disbudpar Tulungagung, M. Ardian Candra, menjelaskan bahwa berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, wisata pantai masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengisi libur panjang. Kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik menuju kawasan pesisir menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya minat wisatawan.
“Untuk saat ini masih wisata pantai dari Tulungagung yang jadi prioritas ditunjukkan dari wisatawan. Apalagi sekarang dengan adanya atau menyambungnya JLS otomatis kunjungan wisata ke pantai Insya Allah akan lebih banyak di tahun ini,” ujar Candra.
Lebih lanjut, Candra merinci sejumlah titik yang diprediksi akan mengalami kepadatan tinggi. Selain Pantai Gemah yang selama ini menjadi jujukan utama, beberapa pantai lain yang berada di sepanjang sirip JLS juga mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Pihaknya melihat adanya pergeseran minat wisatawan yang kini mulai melirik destinasi alternatif yang aksesnya semakin mudah dijangkau.
“Kalau prediksi kami yang pertama bisa aja Pantai Gemah, yang kedua Pantai Sine, yang ketiga Pantai Lumbung ataupun Dlodo itu juga potensi yang bisa meningkatkan potensi kunjungan wisatawan,” terangnya.
Mengenai periode puncak kunjungan, Disbudpar memperkirakan keramaian tidak akan langsung terjadi pada hari pertama Idul Fitri. Masyarakat biasanya masih fokus pada silaturahmi keluarga di hari pertama dan kedua, sehingga arus kunjungan ke tempat wisata baru akan merangkak naik pada hari-hari berikutnya.
“Mungkin dimulai sekitar hari raya ketiga,” ucapnya singkat saat menaksir kapan peak season itu akan tiba.
Disinggung mengenai target capaian, Candra menegaskan bahwa pihaknya mematok target yang cukup optimistis untuk performa pariwisata sepanjang tahun ini secara keseluruhan. Namun, khusus untuk periode libur Lebaran yang menjadi masa panen bagi para pengelola wisata, diharapkan ada peningkatan separuh dari angka kunjungan reguler.
“Untuk targetnya kami tahun ini bisa 100 persen. Tapi selama libur lebaran ini harapannya ada kenaikan sekitar 50 persen kunjungan wisatawan di tempat-tempat tersebut,” bebernya. (dit/adr)
































