Beranda Kediri Raya Kinerja Sektor Jasa Keuangan Kediri Tetap Stabil di Akhir 2025: Inklusi Pasar...

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Kediri Tetap Stabil di Akhir 2025: Inklusi Pasar Modal Melonjak Tajam

18
dok. jurnalis Andika Media

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mencatatkan performa industri jasa keuangan yang tangguh dan stabil di wilayah kerjanya hingga posisi Desember 2025. Meski dibayangi dinamika ekonomi global, kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan justru menunjukkan tren yang semakin menguat. ​Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, dalam kegiatan Media Update pada Rabu (11/03), mengungkapkan bahwa stabilitas ini menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

​”Stabilitas ini tercermin dari meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menempatkan dana, baik di perbankan maupun pasar modal. Namun, kami tetap waspada dan mencermati beberapa sektor yang mengalami perlambatan akibat penurunan daya beli,” ujar Ismirani.

​Sektor perbankan tetap menjadi pilar utama intermediasi keuangan di wilayah Kediri. Berdasarkan data per Desember 2025, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,20% (yoy) menjadi Rp106,9 Triliun, yang didominasi oleh produk tabungan dan giro. Ringkasan performa perbankan :

​Penyaluran Kredit : Mengalami koreksi sebesar -1,24% (yoy), terutama pada sektor pengolahan dan perdagangan besar akibat sikap hati-hati pelaku usaha terhadap kondisi global. ​Profil Risiko : Tetap aman terkendali dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 3,19%, masih di bawah ambang batas (threshold) yang ditetapkan.

​Lonjakan signifikan terjadi pada sektor Pasar Modal. Kesadaran investasi masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri meningkat drastis, yang terlihat dari pertumbuhan jumlah investor. Sektor Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Pergadaian (PVML) menunjukkan performa yang beragam namun tetap sehat:

​Modal Ventura : Tumbuh kuat 15,92% (yoy) dengan nilai pembiayaan mencapai Rp323,70 Miliar. ​Industri Pergadaian : Mencatat pertumbuhan fantastis sebesar 709,10% (yoy) menjadi Rp4,67 Miliar, didorong oleh ekspansi perusahaan gadai swasta baru. ​Lembaga Keuangan Mikro (LKM) : Sebanyak 17 LKM yang beroperasi di Kediri mencatat tren positif dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp77,05 Miliar.

​Sepanjang tahun 2025, OJK Kediri tidak hanya fokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada penguatan literasi masyarakat melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan). ​Kegiatan Edukasi : 130 kegiatan dilakukan dengan total 81.134 peserta. ​Layanan Konsumen : Menerima 1.301 permintaan layanan, di mana pengaduan terbanyak berkaitan dengan restrukturisasi kredit (34,44%) dan informasi SLIK (24,06%). ​Kejahatan Siber : OJK mencatat 7,38% aduan terkait fraud eksternal seperti skimming dan penipuan siber, yang terus ditekan melalui edukasi masif.

​”OJK Kediri berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan edukasi demi memastikan perlindungan konsumen serta stabilitas ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tutup Ismirani.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini