KUBUS.ID – Ramadan sering identik dengan pengeluaran yang meningkat. Mulai dari belanja bahan makanan, takjil, hingga stok camilan untuk sahur dan berbuka. Tanpa perencanaan, anggaran bisa membengkak tanpa terasa. Di sinilah meal planning Ramadan menjadi solusi cerdas.
Dengan perencanaan menu yang tepat, Anda bukan hanya bisa menghemat pengeluaran, tetapi juga memastikan asupan keluarga tetap sehat dan seimbang selama bulan puasa.
Mengapa Pengeluaran Ramadan Sering Membengkak?
Ada beberapa faktor yang membuat biaya konsumsi meningkat saat Ramadan:
- Belanja impulsif karena lapar saat berpuasa
- Tergoda promo takjil dan makanan viral
- Membeli bahan makanan tanpa daftar belanja
- Menu yang tidak terencana sehingga banyak bahan terbuang
Tanpa kontrol, pengeluaran makan bisa naik hingga 30–50% dibanding bulan biasa.
Apa Itu Meal Planning Ramadan?
Meal planning Ramadan adalah perencanaan menu sahur dan berbuka selama periode tertentu (biasanya 1 minggu). Perencanaan ini mencakup:
- Menentukan menu sahur dan buka puasa
- Menghitung kebutuhan bahan
- Membuat daftar belanja terstruktur
- Mengatur jadwal memasak
Dengan sistem ini, belanja jadi lebih terarah dan minim pemborosan.
Manfaat Meal Planning untuk Menekan Pengeluaran
1. Belanja Lebih Terkontrol
Daftar belanja membantu Anda fokus pada kebutuhan, bukan keinginan.
2. Mengurangi Food Waste
Bahan makanan digunakan sesuai rencana, sehingga kecil kemungkinan terbuang.
3. Menghindari Jajan Berlebihan
Jika menu buka puasa sudah siap, godaan membeli takjil berlebihan bisa ditekan.
4. Waktu Lebih Efisien
Tidak perlu bingung setiap hari memikirkan menu.
Langkah Praktis Meal Planning Ramadan
1. Tentukan Anggaran Mingguan
Misalnya, alokasikan anggaran khusus untuk konsumsi Ramadan. Pisahkan dari kebutuhan lain.
2. Susun Menu 7 Hari
Contoh sederhana:
Sahur:
- Nasi, telur dadar sayur, tumis buncis
- Oatmeal, telur rebus, buah
- Nasi, ayam kecap, lalap
Buka Puasa:
- Sup ayam + tempe goreng
- Sayur asem + ikan bakar
- Capcay + tahu kukus
Pastikan menu sederhana, bergizi, dan mudah dimasak.
3. Gunakan Sistem “Bahan Serbaguna”
Pilih bahan yang bisa dipakai untuk beberapa menu.
Contoh:
- Ayam bisa jadi ayam kecap, sup ayam, atau ayam suwir.
- Telur bisa untuk dadar, rebus, atau campuran sayur.
4. Manfaatkan Stok dan Promo dengan Bijak
Beli bahan pokok dalam jumlah cukup saat harga stabil. Hindari membeli berlebihan hanya karena diskon.
5. Terapkan Meal Prep
Siapkan bumbu halus atau potongan sayur di awal minggu agar memasak lebih cepat.
Tips Hemat Tambahan Saat Ramadan
- Kurangi minuman kemasan, buat infused water sendiri
- Batasi gorengan, selain lebih sehat juga lebih hemat
- Masak dalam porsi cukup, tidak berlebihan
- Manfaatkan sisa makanan untuk menu berikutnya
Contoh Simulasi Penghematan
Tanpa perencanaan:
- Jajan takjil rata-rata Rp30.000/hari
- Total 30 hari = Rp900.000
Dengan meal planning:
- Masak takjil sendiri Rp10.000–15.000/hari
- Total 30 hari = ±Rp450.000
Potensi hemat: ±Rp450.000 hanya dari takjil.
Ramadan Hemat, Ibadah Lebih Nikmat
Ramadan bukan soal meja yang penuh, tetapi hati yang cukup. Dengan meal planning Ramadan, Anda bisa:
- Mengontrol pengeluaran
- Mengurangi stres keuangan
- Menyediakan makanan sehat untuk keluarga
- Lebih fokus beribadah
Perencanaan sederhana bisa membawa dampak besar. Karena Ramadan yang berkah bukan tentang seberapa banyak yang dihidangkan, tetapi seberapa bijak kita mengelolanya.






























