KUBUS.ID – Banyak hal yang dulu terasa tidak wajar, kini menjadi biasa. Begadang demi pekerjaan, terus-menerus online, merasa cemas tanpa alasan jelas semuanya perlahan dianggap normal.
Inilah yang disebut “normal baru”. Tapi pertanyaannya, apakah itu benar-benar normal, atau kita hanya terbiasa?
Ketika sesuatu yang tidak sehat dilakukan berulang-ulang, ia berhenti terasa aneh. Dan di situlah bahayanya.
Contoh “Normal Baru” yang Perlu Dipertanyakan
- Bekerja di luar jam tanpa batas
- Ketergantungan pada gadget sepanjang hari
- Mengabaikan kesehatan mental
Kenapa Kita Menerimanya?
- Lingkungan yang melakukan hal yang sama
- Standar sosial yang terus bergeser
- Kurangnya kesadaran terhadap dampaknya
Dampak Jangka Panjang
- Kesehatan fisik dan mental menurun
- Kehilangan batas antara hidup dan pekerjaan
- Menurunnya kualitas hidup secara keseluruhan
Cara Mengembalikan “Normal” yang Sehat
- Tetapkan batas yang jelas dalam hidup
- Evaluasi kebiasaan yang dianggap wajar
- Prioritaskan kesejahteraan, bukan hanya tuntutan
Tidak semua yang umum dilakukan itu benar. Kadang, kita perlu mempertanyakan ulang apa yang selama ini kita anggap normal.
































