Beranda Kediri Raya Pemkot Kediri Dorong Percepatan Pembangunan Alun-Alun Lewat Dialog Solutif Bersama Masyarakat

Pemkot Kediri Dorong Percepatan Pembangunan Alun-Alun Lewat Dialog Solutif Bersama Masyarakat

0
Tokoh masyarakat Muhammad Anwar Iskandar turut menyampaikan harapan agar pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Kota Kediri segera dilanjutkan. (Foto. Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri terus mengambil langkah strategis dalam menuntaskan pembangunan Alun-Alun Kota Kediri yang sempat terhenti. Melalui forum dialog bersama tokoh masyarakat, Pemkot Kediri menegaskan keseriusannya dalam mencari solusi terbaik sekaligus memastikan proyek tersebut kembali berjalan sesuai harapan warga.

Pertemuan yang digelar di kediaman salah satu tokoh masyarakat dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Keterlibatan lintas perangkat daerah ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Kediri mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam setiap pengambilan kebijakan.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Pemkot Kediri menegaskan bahwa dialog ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“Kami tidak ingin pembangunan ini berjalan sepihak. Masukan dari tokoh masyarakat menjadi dasar penting dalam merumuskan langkah percepatan ke depan,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Muhammad Anwar Iskandar atau Gus War turut menyampaikan harapan agar pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun segera dilanjutkan. Ia menilai kondisi yang berlarut-larut berpotensi menimbulkan kesan kurang terawat.

“Kalau terlalu lama berhenti, tentu akan terlihat tidak rapi. Padahal alun-alun ini wajah kota yang mencerminkan karakter masyarakatnya,” ujarnya.

Selain aspek estetika, Gus War juga menyoroti peran penting kawasan alun-alun sebagai ruang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

“Dulu kawasan ini menjadi tempat masyarakat menggantungkan penghasilan. Ketika pembangunan selesai, tentu akan membuka kembali peluang usaha yang sempat terhenti. Ini menyangkut keberlangsungan ekonomi warga,” jelasnya.

Pemerintah Kota Kediri menegaskan bahwa fungsi alun-alun ke depan tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai pusat aktivitas masyarakat yang produktif.

“Kami memprioritaskan penyelesaian ini karena dampaknya luas—baik untuk penataan kota maupun penguatan ekonomi lokal,” tegas salah satu perwakilan OPD.

Lebih jauh, alun-alun juga diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk berinteraksi dan beraktivitas. Gus War menyebut, keberadaan fasilitas yang memadai akan memberikan manfaat berlapis bagi warga.

“Kalau ditata dengan baik, hasilnya jelas: kota lebih indah, ekonomi bergerak, dan masyarakat punya ruang rekreasi yang layak,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar proses penyelesaian tidak hanya berfokus pada aspek teknis semata.

“Jangan hanya melihat dari sisi angka atau material. Ada nilai sosial dan kemanusiaan yang harus dijaga agar pembangunan ini benar-benar memberi manfaat,” pesannya.

Dengan pendekatan dialog yang terbuka dan partisipatif, Pemerintah Kota Kediri optimistis berbagai kendala dapat segera diurai. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya selesai, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga. (atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini