KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) resmi melantik 15 anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3) masa bakti 2026–2029. Pelantikan yang berlangsung di Ruang Sapta Pesona, Area Museum Sri Aji Joyoboyo, menjadi langkah baru dalam memperkuat identitas sekaligus memajukan kebudayaan di Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melalui Sekretaris Daerah Mohamad Solikin, menegaskan bahwa Kabupaten Kediri bukan sekadar wilayah administratif, tetapi juga lumbung warisan sejarah, tradisi, dan seni yang kaya.
Menurutnya, DK3 memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi kebudayaan di Bumi Panji. Dewan Kebudayaan memiliki peran vital sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan,” ujar Mohamad Solikin saat membacakan sambutan Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menekankan tiga tanggung jawab utama bagi pengurus DK3 yang baru, yaitu:
- Mendorong inovasi program pemajuan kebudayaan yang kreatif dan adaptif.
- Menjadi wadah aspirasi bagi seniman, penggiat seni budaya, dan praktisi kebudayaan di seluruh Kabupaten Kediri.
- Menjaga serta melestarikan warisan budaya, baik benda maupun tak benda, di tengah arus modernisasi.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap DK3 dapat menjalin kolaborasi yang kuat dengan Disparbud untuk menjadikan kebudayaan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Ketua DK3 terpilih, Imam Mubaroq, menyatakan kesiapan jajarannya untuk segera bekerja. Ia menegaskan bahwa program DK3 ke depan akan berfokus pada pengembangan objek pemajuan kebudayaan secara komprehensif.
Beberapa unsur yang akan menjadi prioritas kajian dan pengembangan antara lain pengetahuan dan teknologi tradisional, seni, bahasa, ritus, permainan tradisional, olahraga tradisional, adat istiadat, hingga cagar budaya.
“Sepuluh objek pemajuan kebudayaan tersebut akan menjadi fokus kerja kami. Masing-masing akan dikaji dan dikembangkan bersama anggota dari unsur masyarakat,” pungkas Imam.(atc/adr)

































