KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus sosialisasi Penataan Kelembagaan Kebudayaan dan Pariwisata bagi para pelaku budaya se-Kota Kediri hari ini.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para praktisi seni dalam mengelola serta melestarikan kekayaan budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pondasi utama bagi kemajuan sebuah daerah di masa depan. Ia mengajak seluruh elemen untuk memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga aset non-bendawi tersebut.
“Kebudayaan adalah identitas dan jati diri bangsa yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Di tengah globalisasi, tantangan kebudayaan sangatlah besar, maka diperlukan pemahaman, komitmen, dan sinergi dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku budaya,” ujar Vinanda.
Lebih lanjut, Vinanda menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini bertujuan agar para pemangku kebijakan dan pelaku budaya mampu memahami strategi pelestarian yang relevan. Hal ini penting untuk memastikan implementasi program kebudayaan dapat berjalan secara berkelanjutan dan selaras dengan visi besar pembangunan Kota Kediri.
Pemerintah Kota Kediri juga menyoroti integrasi antara sektor budaya dan pariwisata melalui program unggulan Kediri City Tourism atau D’Cito.
Wali Kota berharap sinergi ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap tradisi.
“Pemerintah Kota Kediri terus mendukung program pelestarian kebudayaan sebagai bagian upaya pembangunan daerah. Kebudayaan tidak hanya memiliki nilai historis dan filosofis, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata dan otonomi daerah,” tambah Mbak Wali.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang untuk mengasah profesionalisme para pelaku seni. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana mengemas seni budaya agar tetap menarik namun tetap mempertahankan keasliannya (autentisitas).
“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas pelaku seni dan budaya agar mampu mengembangkan kreativitas, profesionalitas, dan perannya dalam kemajuan kebudayaan daerah, serta memperkuat tata kelola dan pengembangan seni budaya di Kota Kediri,” pungkas Bambang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dari para pelaku budaya yang mampu mendukung cita-cita Kota Kediri sebagai pusat wisata budaya yang unggul. Sinergi antara pemerintah dan penggiat seni menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem kebudayaan yang dinamis dan berdaya saing.(sof)
































