Beranda Kediri Raya Permintaan Meningkat Signifikan Jelang Idul Adha, DPKH Tulungagung Periksa Kesehatan Ternak

Permintaan Meningkat Signifikan Jelang Idul Adha, DPKH Tulungagung Periksa Kesehatan Ternak

4

KUBUS.ID – Hari ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung menggelar pemeriksaan di Pasar Hewan Terpadu (PHT) menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh komoditas ternak yang diperjualbelikan memenuhi syarat klinis.

Kepala DPKH Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro menyatakan bahwa pemantauan di lapangan di wilayah Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol ini menunjukkan adanya peningkatan volume perdagangan. Pihaknya mencatat pergerakan jumlah ternak pada pasaran pahing kali ini mencapai kisaran 900 ekor sapi dan sekitar 700 ekor kambing.

“Jadi pemeriksaannya ini tadi ada pemeriksaan antemortem ya, untuk pemeriksaan luar seperti pemeriksaan gigi, terus kemudian apa liurnya liurnya kambing maupun sapi, kemudian dari jumlah mata, termasuk apa untuk melihat telinganya, ya, terus kemudian di sekitar wajah itu ada luka apa tidak dan sebagainya,” paparnya.

Berdasarkan hasil pemantauan fisik di beberapa sudut area pasar, mayoritas kondisi komoditas ternak yang masuk dari wilayah Eks Karesidenan Kediri, Blitar, Jombang, hingga Trenggalek dinyatakan telah memenuhi syarat.

Mengenai fluktuasi harga di tingkat pedagang, komoditas kambing cenderung stabil dengan sedikit kenaikan harga berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per ekor dibandingkan tahun lalu.

“Kalau sapi ini sapi harganya rada lebih agak naik ya. Kalau sapi peningkatan ya mungkin ya ya lebih dari 1 juta jelas itu. Kalau sapi rata-rata kisaran di atas Rp 20 juta, sekitar Rp 25 sampai Rp 30 juta ya, Rp 25 sampai Rp 30 juta. Kalau kambing macam-macam. Itu berkisar antara Rp 2 juta, Rp 2,5 juta, sampai ada yang Rp 4,5. Tadi kita melihat yang khususnya yang jenis jerabang itu ada yang sampai Rp 5,5 juta sampai Rp 6 juta,” jelasnya.

Untuk menjaga imunitas kelompok ternak dari paparan penyakit, DPKH Tulungagung terus menggenjot realisasi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sudah memasuki target capaian trimester kedua.

“Kalau jumlahnya ya sudah cukup banyak, sudah ini 6.000 lebih ya? Lebih. Iya, sudah lebih dari 6.000, 20.000-an. 20.000 ya? Nggih. Ya sekitar 20 sampai 21.000 ternak yang sudah kita vaksinasi PMK,” ucap Agus menambahkan.

Terkait neraca ketersediaan stok, DPKH Tulungagung menjamin ketersediaan hewan kurban untuk proyeksi kebutuhan tahun 2026 dalam posisi aman. Data statistik mencatat total populasi kumulatif sapi potong di Tulungagung mencapai 126.176 ekor, dengan jumlah ketersediaan sapi siap potong sebanyak 12.600 ekor.

Sementara untuk populasi kambing berada di angka 177.885 ekor, dengan kesiapan pasokan siap konsumsi atau kurban mencapai 26.652 ekor.

“Kalau untuk kurban ya mungkin sekitar 3.500 sampai sekitar 4.000 (ekor sapi). Kalau kambing ya sekitar 20.000 sampai 22.000. Itu Kabupaten Tulungagung lho ya. Itu kita kita komulatif kita apa ya, kompensasikan dengan perbandingan dengan tahun 2025,” kata Agus.

Tingginya realisasi capaian vaksinasi regional pada sektor peternakan Tulungagung berimbas positif pada preferensi pasar luar daerah yang menaruh kepercayaan tinggi pada aspek keamanan klinis.

“Kalau produk kita ya sementara ini memang lebih banyak dinikmati di luar kota. Salah satunya karena kita capaian vaksinnya tinggi, sehingga kabupaten/kota yang lain di luar Kabupaten Tulungagung itu lebih seneng nampani hewan yang dari Tulungagung karena secara klinis kesehatan lebih aman. Banyak yang sudah divaksin lebih dari satu kali,” tandasnya. (dit/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini