Beranda Kediri Raya Posko Angkutan Lebaran 2026 Bandara Dhoho Kediri Resmi Ditutup, Operasional Aman dan...

Posko Angkutan Lebaran 2026 Bandara Dhoho Kediri Resmi Ditutup, Operasional Aman dan Tumbuh Signifikan

7

Kediri (KUBUS.ID) – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Dhoho Kediri resmi menutup Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 (1447 H) setelah beroperasi selama 17 hari, mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Selama periode tersebut, operasional penerbangan di Bandara Dhoho Kediri berjalan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi seluruh stakeholder penerbangan dan instansi terkait.

Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran 2026, tercatat sebanyak 28 pergerakan pesawat, dengan total 2.973 penumpang serta 2.194 kilogram kargo yang berhasil dilayani selama masa arus mudik dan arus balik. General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra menyampaikan, bahwa capaian ini mencerminkan kinerja operasional bandara yang optimal selama periode Lebaran.

“Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan aman dan lancar berkat sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder. Kami menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan komitmen seluruh personel yang terlibat,” ujarnya.

Secara komparatif, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (H-8 hingga H+7), Bandara Dhoho Kediri menunjukkan pertumbuhan kinerja yang signifikan. Pergerakan pesawat meningkat sebesar 40 persen dibandingkan tahun 2025.
Lonjakan lebih tinggi terlihat pada jumlah penumpang yang mencapai peningkatan hingga 120 persen, dengan total 2.973 penumpang. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan penumpang datang sebesar 134 persen, yang mencerminkan tingginya arus mudik menuju wilayah Kediri dan sekitarnya.

Sementara itu, jumlah penumpang berangkat juga mengalami peningkatan sebesar 103 persen, seiring dengan kelancaran arus balik Lebaran. Tingginya pertumbuhan jumlah penumpang dibandingkan pergerakan pesawat juga menunjukkan adanya peningkatan tingkat keterisian (load factor) penerbangan selama periode tersebut. Meski demikian, terdapat perbedaan durasi pelaksanaan posko dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, posko berlangsung selama 17 hari, lebih singkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 22 hari.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam membandingkan capaian agregat secara keseluruhan. Capaian positif ini menjadi bahan evaluasi bagi PT Angkasa Pura Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kesiapan operasional, serta penguatan koordinasi lintas instansi pada periode angkutan udara berikutnya.

Kedepan, PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kebandarudaraan yang aman, nyaman, dan berstandar tinggi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara, khususnya di wilayah Kediri dan sekitarnya. (atc/nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini