
SURABAYA, (KUBUS.ID) – Kemeriahan menyelimuti Dyandra Convention Center, Surabaya, pada Kamis (16/4/2026) malam. Insan pers se-Jawa Timur berkumpul dalam rangka Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat Jawa Timur sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80.
Acara tersebut berlangsung khidmat namun meriah. Agenda ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jatim, serta pengurus PWI dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, memberikan pesan kuat mengenai integritas profesi. Di tengah arus informasi yang kian cepat dan terkadang bias, Munir menekankan bahwa menjaga marwah sebagai wartawan profesional adalah kewajiban mutlak.
“Kode Etik Jurnalistik (KEJ) harus menjadi pegangan teguh. Ini adalah fondasi agar setiap jurnalis mampu menjadi insan media yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Akhmad Munir di hadapan ratusan tamu undangan.
Tak hanya bagi jurnalis, Munir juga memberikan sorotan khusus kepada para narasumber dan pejabat publik. Ia meminta agar para pejabat bersikap terbuka dan bersedia melayani permintaan wawancara dengan baik.
Menurutnya, keterbukaan informasi publik adalah kunci utama agar berita yang sampai ke tangan masyarakat bersifat akurat. “Keterbukaan narasumber sangat penting agar wartawan mendapatkan data yang valid dan tidak mengarang beritanya,” tambahnya.
Sebelum acara puncak di malam hari, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pukul 14.00 WIB dengan agenda bedah buku biografi Akhmad Munir yang berjudul “Langkah Sunyi Menuju Puncak”.
Buku tersebut mengupas tuntas perjalanan inspiratif Munir dalam meniti karier jurnalistik dari titik nol hingga dipercaya menjabat sebagai Ketua PWI Pusat. Melalui buku ini, Munir membagikan catatan dedikasinya terhadap integritas dan perjuangan di dunia kewartawanan Indonesia yang diharapkan dapat menjadi teladan bagi jurnalis muda.
Puncak peringatan HPN 2026 di Surabaya ini ditutup dengan berbagai pemberian penghargaan dan ramah tamah antar-insan pers, sebagai simbol soliditas wartawan di Jawa Timur. (SSI/far)































