Tulungagung (KUBUS.ID) – Antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan program angkutan balik gratis menuju Surabaya terpantau cukup tinggi. Tercatat jumlah peserta yang mendaftar ke Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung mencapai lebih dari 200 orang.
Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dishub Tulungagung, Oki Sakti Nugrahajati mengungkapkan bahwa proses pendaftaran yang dilakukan secara daring telah dibuka sejak akhir Februari lalu.
Berdasarkan data terbaru, jumlah warga yang telah melakukan registrasi sudah mendekati batas maksimal dari kapasitas armada yang disiapkan.
“Ini kemarin kan yang terakhir pendaftaran lewat online semua, 27 Februari kemarin mulai sudah bisa mendaftar. Sampai dengan sekarang ini sudah ada 218 (orang pendaftar) kalau nggak salah,” ujar Oki.
Terkait kapasitas angkut, Oki menjelaskan bahwa pada awalnya pihak Dishub merencanakan kuota untuk 300 penumpang. Namun, angka tersebut harus mengalami penyesuaian teknis di lapangan setelah dilakukan sinkronisasi dengan kapasitas kursi (seat) dari armada bus yang akan digunakan agar tetap memberikan kenyamanan bagi para pemudik.
“Sebelumnya kan 300. Cuman ini menyesuaikan dengan kondisi busnya. Kan seat-nya busnya 54 ternyata. Jadi ndak cukup. 270 itu termasuk cadangan nanti,” bebernya.
Mengenai teknis operasional, Dishub Tulungagung telah menjadwalkan keberangkatan pada tanggal 24 Maret mendatang. Pemilihan tanggal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan hasil dari pertimbangan aspirasi atau polling yang dilakukan terhadap para calon penumpang guna menentukan waktu keberangkatan yang paling efektif.
Untuk melayani ratusan penumpang tersebut, sebanyak lima unit bus telah disiapkan melalui kerja sama dengan dua perusahaan otobus (PO) lokal yang memiliki izin trayek resmi jalur Tulungagung-Surabaya. Langkah ini diambil guna memastikan standar keamanan dan kelaikan kendaraan tetap terjaga.
“Tiga bus PO Bagong sama dua bus PO Harapan Jaya itu yang trayek Tulungagung-Surabaya. Jadi bukan bus pariwisata, tapi bus trayeknya itu kita sewa,” jelasnya.
Meski sisa kuota kini hanya tersisa sekitar 50-an kursi, pihak Dishub tetap membuka peluang bagi warga yang ingin mendaftar. Pendaftaran ini dipastikan akan tetap dilayani hingga mendekati waktu keberangkatan, selama slot kursi yang tersedia masih belum terpenuhi sepenuhnya oleh pendaftar lain.
“Sampai mendekati H-1 keberangkatan itu masih bisa, selama ada tempat kosong,” tegasnya.
Guna memastikan seluruh kuota terserap secara maksimal, Dishub Tulungagung berencana melakukan strategi “jemput bola” pada tanggal 19 Maret mendatang. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan momentum kedatangan bus mudik gratis dari Surabaya ke Terminal Tulungagung untuk menawarkan langsung program balik gratis ini kepada para penumpang yang baru sampai.
“Nanti kita jemput bola disitu kita tanya dia ikut balik apa ndak. Nanti sekitar jam 13.00 atau 14.00 datang di Terminal Tulungagung,” paparnya. (dit/nhd)

































