TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, tim gabungan dari sejumlah instansi memperketat pengawasan terhadap transportasi umum di Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) serta tes urin bagi kru bus pada Senin (16/3).
Ditemui jurnalis ANDIKA Media, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, hingga Dinas Kesehatan.
“Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kru awak bus ini dipastikan kesehatannya. Dan supaya nanti dalam pelaksanaan profesinya mengantarkan membantu masyarakat untuk mudik ini bisa dipastikan aman,” ucap Ahmad Baharudin di sela peninjauan.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, mayoritas armada yang masuk ke Terminal Gayatri berada dalam kondisi yang cukup baik. Meski demikian, tim masih menemukan adanya kelengkapan penunjang keselamatan yang belum terpenuhi secara maksimal pada salah satu bus.
“Insya Allah tadi ada beberapa kendaraan administrasi sudah lengkap. Dan cuman ada satu tadi kurang APAR-nya. Hanya itu yang lain semuanya sudah bagus,” terangnya.
Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini penyalahgunaan narkotika menjadi fokus utama BNNK Tulungagung.
Kepala BNNK Tulungagung, Wasbeka Abie Yowono, mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan tes urin dengan parameter yang cukup ketat, mencakup pemeriksaan kandungan amfetamin, metamfetamin, ganja, morfin, hingga heroin.
Dari target sebanyak 30 kru bus yang direncanakan, hingga menjelang siang hari sudah ada belasan orang yang menjalani pemeriksaan medis tersebut.
“Ini tadi 13 (orang kru bus) yang sudah dilakukan (tes urin). Hasilnya negatif,” katanya.
Abie menambahkan, kegiatan semacam ini diupayakan akan terus berlanjut hingga pasca Lebaran nanti sebagai langkah antisipatif mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kelalaian kru bus. Jika ditemukan kru yang positif mengonsumsi zat terlarang, pihak BNN akan segera melakukan langkah asesmen dan rehabilitasi.
Sementara itu, dari sisi teknis kendaraan, Wassatpel Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, Yono, menyebutkan bahwa sejak pagi hari sudah ada sekitar tujuh armada yang diperiksa.
Pemeriksaan meliputi kartu pengawasan, buku uji, hingga fungsi pengereman dan lampu-lampu.
“Untuk hasil ramp check pada hari ini alhamdulillah di terminal Gayatri untuk armada dinyatakan laik jalan semua dari segi administrasi maupun teknisnya,” jelas Yono.
Pihak otoritas terminal juga memberikan peringatan keras bagi para operator bus agar tidak abai terhadap pemeliharaan kendaraan. Yono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan untuk memberikan sanksi tegas apabila ditemukan armada yang melanggar aturan administrasi atau terbukti tidak laik jalan namun tetap nekat beroperasi.
“Kalau memang ada temuan, ya kita ambil tindakan tilang,” tandasnya.(dit/adr)

































