Beranda Kediri Raya Waspada Fenomena ‘Whip Pink’, BEM Universitas Strada Indonesia (USI) Gelar Seminar Kesehatan...

Waspada Fenomena ‘Whip Pink’, BEM Universitas Strada Indonesia (USI) Gelar Seminar Kesehatan Bareng BNN dan BPOM

9

KUBUS.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Strada Indonesia (USI) menggelar seminar kesehatan guna membedah fenomena penggunaan Whip Pink yang tengah marak di kalangan milenial. Acara yang berlangsung di Hall USI pada Kamis (5/3/2026) ini menghadirkan lintas pakar untuk mengedukasi ratusan peserta dari utusan BEM serta perwakilan OSIS SMA, SMK, dan MAN se-Kediri Raya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor USI, Prof. (HC) Dr. dr. Sentot Imam Suprapto, MM., yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa dalam merespons isu sosial dan kesehatan yang sedang viral di media sosial.

Dalam pidato pembukaannya, Prof. Sentot menekankan bahwa milenial harus memiliki literasi digital dan kesehatan yang kuat agar tidak terjebak dalam tren yang membahayakan nyawa.

 “Kami sangat mengapresiasi langkah BEM USI yang tanggap terhadap fenomena ‘Whip Pink’ ini. Penting bagi kita semua untuk mengedukasi generasi milenial agar tidak mudah tergiur oleh tren estetika di media sosial yang sebenarnya menyimpan bahaya medis yang fatal. Jangan sampai ketidaktahuan membawa kita pada kerugian permanen.” ujar Prof. dr. Sentot saat membuka acara.

Seminar ini menghadirkan panel narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Direktur RSKK dr. R. Gatut Rahardjo, Sp.An., Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan, S.E., M.M., CEO Andika Media Rofik Huda, Kepala BPOM Kediri Winanto, S.Si., Apt., M.Si., serta Dekan Fakultas Farmasi USI apt. Sri Rahayu D. P., S.Si., M.Kes.

Sorotan pada Manipulasi Media Sosial

Selain membahas dampak medis dari gas Nitrous Oxide (N2O) yang terkandung dalam Whip Pink, seminar ini juga membedah bagaimana algoritma media sosial dan strategi pemasaran pengedar mampu menyamarkan produk berbahaya menjadi gaya hidup yang terlihat keren atau “aesthetic”.

Kepala BNN Kota Kediri, Yudha Wirawan, dalam paparannya mengingatkan bahwa meskipun secara regulasi beberapa zat masih dalam zona abu-abu, dampaknya terhadap saraf pusat sangat nyata. Sementara itu, CEO Andika Media, Rofik Huda, menyoroti bagaimana pola penyebaran informasi di platform digital mampu memengaruhi psikologi massa secara cepat.

“Kehadiran siswa SMA dan MAN di sini sangat krusial, karena mereka adalah target utama dari tren digital ini. Kami ingin Kediri Raya menjadi pelopor pemuda yang sadar bahaya zat inhalan,” tambah perwakilan panitia dari BEM USI.

Melalui seminar ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah dan kampus masing-masing guna memutus rantai penyalahgunaan Whip Pink yang telah memakan korban jiwa di tanah air.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini