Beranda Jawa Timur Wujudkan Sekolah Ramah Disabilitas, Ratusan Guru di Kota Kediri Ikuti Diklat Pendidikan...

Wujudkan Sekolah Ramah Disabilitas, Ratusan Guru di Kota Kediri Ikuti Diklat Pendidikan Inklusif

4

KEDIRI, KUBUS.ID – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adil dan setara. Sebagai langkah nyata, sebanyak 225 guru yang terdiri dari Guru Kelas jenjang SD dan Guru BK jenjang SMP mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Strategi Efektif Pendampingan Peserta Didik Penyandang Disabilitas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi besar untuk memastikan seluruh anak di Kota Kediri mendapatkan hak pendidikan yang layak dan nyaman tanpa terkecuali.

“Ini komitmen kita bersama untuk mewujudkan pendidikan inklusif. Semua anak, termasuk penyandang disabilitas, harus mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Mandung

Mandung mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan inklusif saat ini adalah keragaman jenis kebutuhan khusus siswa yang sering kali belum sepenuhnya dipahami oleh tenaga pendidik. Kurangnya pemahaman ini terkadang memicu kendala dalam proses belajar mengajar.

Melalui diklat ini, para guru dibekali kemampuan untuk mendeteksi dini , memahami keinginan dan kebutuhan spesifik siswa berkebutuhan khusus. Kemudian strategi pendampingan agar menguasai metode yang tepat dalam menangani berbagai variasi disabilitas. Terakhir penguasaan pendekatan empati yang mengedepankan kesabaran dan melihat potensi di balik keterbatasan siswa.

Selain kompetensi guru, keberhasilan pendidikan inklusif dinilai sangat bergantung pada ekosistem sekolah. Mandung berpesan agar pengawas, kepala sekolah, dan guru mempererat sinergitas untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah.

“Budaya sekolah yang menerima dan menghargai perbedaan adalah kunci utama. Jangan melihat anak dari keterbatasannya, tetapi lihatlah potensi mereka. Dengan pendampingan yang tepat, mereka pasti bisa berkembang dan berprestasi,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesabaran dan perhatian luar biasa dalam membimbing siswa disabilitas agar dapat tumbuh optimal di lingkungan sekolah umum.(sof/ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini