
KEDIRI, KUBUS.ID – Sebanyak 280 calon jemaah haji asal Kota Kediri resmi diberangkatkan dari Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Pelepasan ini menandai awal perjalanan spiritual mereka sebelum bertolak ke Tanah Suci pada keesokan harinya. Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pemberangkatan yang dihadiri oleh keluarga jemaah dan jajaran penasihat spiritual.
Acara pemberangkatan tersebut dipimpin dan dilepas secara langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Mbak Wali ini mengingatkan para jemaah untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan berharga ini. Ia menekankan bahwa kesempatan menunaikan rukun Islam kelima merupakan berkah yang luar biasa.
“Menunaikan ibadah haji adalah sebuah panggilan istimewa yang tidak semua orang bisa dapatkan,” ujar Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, saat memberikan pembekalan di hadapan ratusan jemaah.
Menyadari beratnya medan dan besarnya komitmen yang dibutuhkan selama di Arab Saudi, Mbak Wali memberikan beberapa pesan mendalam. Ia meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dan menjaga solidaritas antar-sesama warga Kediri. Menjaga kebersamaan dinilai menjadi kunci kelancaran ibadah di tengah jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia.
“Saya menitipkan pesan mendalam bagi seluruh calon jemaah haji Kota Kediri untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik, memelihara kekompakan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama selama di Tanah Suci,” tambah Mbak Wali.
Tidak hanya kepada jemaah, Mbak Wali juga memberikan instruksi khusus kepada para petugas yang mendampingi rombongan. Ia meminta panitia untuk memberikan perhatian ekstra, terutama kepada jemaah yang sudah berusia lanjut, agar proses ibadah dapat berjalan tanpa hambatan berarti hingga kembali ke Indonesia.
“Saya mengimbau seluruh panitia haji agar tetap siaga dan prima dalam melayani jemaah, terutama para lansia, demi mewujudkan ibadah yang aman, nyaman, dan lancar hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, Basyarudin, S.Pdi, M.Pd, menjelaskan bahwa secara keseluruhan proses pemberangkatan tahun ini berjalan aman, meskipun sempat diwarnai oleh dua kendala medis. Akibat kendala tersebut, terdapat perubahan jumlah jemaah yang berangkat pada menit-menit terakhir.
“Secara keseluruhan proses pemberangkatan calon jemaah haji tahun ini berjalan dengan aman dan lancar, meskipun sempat diwarnai dua kendala medis. Kendala pertama terjadi saat kedatangan di GOR Jayabaya, di mana seorang jemaah mengalami kaku pada tangan dan kaki sehingga membutuhkan penanganan medis khusus, sementara kendala kedua melibatkan satu jemaah yang terpaksa batal berangkat tahun ini karena kondisi sakitnya tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan. Sehingga yang awalnya calon jemaah berjumlah 281 saat ini menjadi 280 calon jemaah,” papar Basyarudin.
Terlepas dari dinamika dan perubahan jumlah jemaah tersebut, seluruh pihak yang hadir melepas keberangkatan ini dengan doa terbaik. Harapan besar digantungkan agar seluruh jemaah haji yang berangkat senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam beribadah mulai dari Tanah Suci hingga kembali dengan selamat ke tanah air nanti.(sof/art)






























