Beranda Gaya Hidup Quarter Life Crisis dan Ketidakmampuan Menemukan Kepuasan dalam Hidup yang Serba Ada

Quarter Life Crisis dan Ketidakmampuan Menemukan Kepuasan dalam Hidup yang Serba Ada

3
Face, depression and thinking with a sad old man on a sofa in the living room of his retirement home. Mental health, alzheimer or dementia and a senior person looking lonely with memory nostalgia.

KUBUS.ID – Kita hidup di era di mana banyak hal menjadi lebih mudah diakses. Hiburan tersedia kapan saja, informasi ada di genggaman, peluang terbuka lebar. Secara logika, hidup seharusnya terasa lebih memuaskan.

Namun kenyataannya, banyak orang justru merasa sebaliknya.

Ada rasa tidak puas yang sulit dijelaskan. Seolah-olah apa pun yang didapat tidak pernah benar-benar cukup. Selalu ada keinginan untuk lebih, tanpa tahu sebenarnya apa yang dicari.

Quarter life crisis dalam bentuk ini sering muncul sebagai ketidakmampuan untuk merasa cukup.

Bukan karena kurang, tetapi karena standar terus berubah.

Beberapa hal yang memicu rasa tidak puas:
• paparan terus-menerus terhadap kehidupan orang lain
• standar hidup yang semakin tinggi
• kebiasaan membandingkan diri
• ekspektasi yang tidak realistis

Akibatnya, kita kehilangan kemampuan untuk menikmati apa yang sudah ada. Hidup menjadi perlombaan tanpa garis akhir.

Padahal, kepuasan tidak selalu datang dari memiliki lebih banyak. Kadang justru datang dari kemampuan untuk berhenti dan menyadari: apa yang sudah ada sebenarnya sudah cukup berarti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini