Beranda Jawa Timur Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Siapkan 21 Titik Irigasi Perpompaan

Antisipasi El Nino, Pemkab Tulungagung Siapkan 21 Titik Irigasi Perpompaan

29
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meninjau kawasan persawahan (foto:redaksi)
TULUNGAGUNG, KUBUS.ID-Sebagai antisipasi fenomena kemarau panjang atau El Nino, Pemkab Tulungagung mulai memetakan kebutuhan bantuan untuk sektor pertanian. Hal ini berkaitan dengan proyeksi maupun cadangan stok beras di gudang Bulog.

​Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengungkapkan, pemkab berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyalurkan bantuan irigasi perpompaan (irpom).

Bantuan ini diprioritaskan bagi lahan persawahan yang selama ini kesulitan mengakses saluran air irigasi teknis.

​Di tahun ini, direncanakan terdapat 21 titik bantuan irigasi perpompaan yang dialokasikan untuk kelompok tani. Jumlah tersebut berpotensi bertambah sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan kebijakan pemerintah pusat.

​”Kita nanti ada bantuan irpom, irigasi perpompaan, untuk sawah-sawah yang tidak terkena saluran air,” kata dia.

​Mengenai ketahanan pangan, Baharudin menyebut hasil koordinasi dengan pihak Bulog menunjukkan angka yang menggembirakan. Stok beras yang ada saat ini diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Tulungagung hingga 14 bulan ke depan.

​”Alhamdulillah tadi saya ngobrol-ngobrol dengan Pak Kabulog, untuk 14 bulan yang akan datang stok kita aman sampai sekarang,” jelasnya.

​Hal ini didasarkan pada catatan surplus produksi pada tahun 2025. Pemkab Tulungagung menargetkan capaian produksi pada tahun 2026 bisa melampaui hasil tahun sebelumnya, mengingat kondisi gangguan hama yang dinilai jauh lebih minim dibandingkan periode lalu.

​Selain fokus pada kuantitas produksi, Baharudin juga menyoroti pola tanam petani yang masih bergantung pada penggunaan pestisida kimia secara berlebihan. Dia mendorong para petani untuk mulai beralih ke pupuk organik demi menjaga kualitas unsur hara tanah.

​”Jadi mindset petani itu jangan obat, obat, obat gitu,” paparnya.

​Dia menekankan bahwa sosialisasi mengenai pembuatan pupuk organik terus dilakukan, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Pengurangan bahan kimia dinilai menjadi kunci agar lahan pertanian di Tulungagung tetap produktif dalam jangka panjang.

​”Perlakukanlah tanam padi ini dengan mengurangi pupuk kimia dan ditambah pupuk organik untuk mengurangi kerusakan tanah,” bebernya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini