Beranda Kediri Raya Cuaca Bersahabat Stok Melimpah, Pedagang Ikan Justru Menjerit Kehilangan Pembeli

Cuaca Bersahabat Stok Melimpah, Pedagang Ikan Justru Menjerit Kehilangan Pembeli

3

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pasokan komoditas ikan laut dan air tawar di pasar tradisional Setono Betek Kota Kediri saat ini terpantau melimpah dan aman berkat kondisi cuaca yang mendukung. Beberapa komoditas primadona tercatat stabil, seperti ikan kembung yang dibanderol Rp45.000 hingga Rp60.000 per kilogram, tuna Rp45.000 per kilogram, tongkol Rp40.000 per kilogram, serta bandeng di kisaran Rp30.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, untuk komoditas tangkapan lain seperti udang berada di angka Rp80.000–Rp100.000 per kilogram, cumi-cumi Rp75.000–Rp85.000 per kilogram, patin Rp30.000 per kilogram, dan gurami Rp45.000 per kilogram.

Kendati pasokan dari berbagai daerah sentral seperti Lamongan, Tuban, Sidoarjo, hingga Prigi Tulungagung masuk secara lancar, para pedagang justru menjerit. Masalah utama yang mereka hadapi saat ini bukanlah kelangkaan barang, melainkan penurunan daya beli masyarakat yang merosot tajam. Kondisi pasar yang sepi membuat para pedagang harus memutar otak agar barang dagangan mereka tidak membusuk.

Agus, salah seorang pedagang ikan, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa membatasi jumlah pembelian barang dari pengepul demi menghindari kerugian yang lebih besar. Langkah ini diambil karena volume penjualan hariannya menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Strategi bertahan dengan mengurangi stok terpaksa dilakukan demi menjaga perputaran modal yang kian menipis.

“Dengan kondisi cuaca saat ini aman pasokannya. Yang menjadi masalah utama adalah penurunan daya beli masyarakat yang drastis. Hari biasa 30-50 kilogram dengan kondisi saat ini 25-30 kilogram. Setiap hari pasokan masuk, tapi beli sesuai kebutuhan, mengurangi kulakan,” ujar Agus.

Kondisi serupa tapi lebih berat dirasakan oleh Emi, pedagang ikan dengan skala penjualan yang lebih besar. Menurutnya, lesunya kondisi ekonomi selama dua bulan terakhir ini diperparah oleh momen tahun ajaran baru sekolah. Banyak masyarakat yang mengalihkan prioritas keuangannya untuk biaya pendaftaran dan perlengkapan anak sekolah, sehingga konsumsi belanja harian termasuk ikan ikut dipangkas.

“Bersamaan daftar anak sekolah dan kondisi ekonomi yang sangat tidak stabil 2 bulan ini mengalami penurunan daya beli dan omset sekitar 30 – 40 persen. Penjualan hari biasa 3 kuintal setiap hari sekarang 2 kuintal. Omset 10-15 juta sekarang 8-10 juta,” keluh Emi.

Penurunan omset hingga puluhan persen ini terjadi karena seluruh lini pelanggan kompak mengurangi porsi pembelian mereka. Pelanggan dari sektor usaha kuliner seperti warung-warung makan yang biasanya menjadi penyerap utama, kini membatasi belanjaan mereka hingga separuh dari volume biasanya karena sepinya pembeli di warung mereka.

“Warung ambil biasanya 4-5kg sekarang 2-3kg. Masyarakat umum biasanya 1-2kg sekarang setengah – 1 kg,” tambah Emi.

Para pedagang berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat segera stabil dan membaik setelah gelombang biaya tahun ajaran baru mereda. Jika kondisi makroekonomi dan daya beli masyarakat terus melemah, dikhawatirkan banyak pedagang kecil yang gulung tikar karena biaya operasional dan modal harian tidak lagi sebanding dengan pendapatan yang dibawa pulang.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini