Kediri (KUBUS) – Menjelang hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, sebagian anak kerap menunjukkan rasa malas, enggan kembali belajar, hingga sulit beradaptasi dengan rutinitas. Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues dan dinilai sebagai hal yang wajar selama tidak berlangsung berkepanjangan.
Dosen Psikologi UIN Syech Wasil Kediri, Tatik Imadatus Sa’adati, M.Psi, menjelaskan post-holiday blues merupakan respons psikologis setelah masa liburan berakhir. Kondisi tersebut tidak hanya dialami anak, tetapi juga dapat dirasakan orang tua yang harus kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut Tatik, tanda-tanda yang umum muncul antara lain anak mencari alasan untuk tidak masuk sekolah, kehilangan semangat menyiapkan perlengkapan belajar, masih ingin bermain, hingga belum mampu kembali ke pola tidur yang normal.
“Anak biasanya belum siap kembali ke rutinitas. Mereka terlihat tidak bersemangat, menunda menyiapkan kebutuhan sekolah, bahkan ada yang mengaku tidak enak badan agar tidak berangkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak yang memasuki jenjang pendidikan baru, seperti dari TK ke SD atau SD ke SMP, umumnya membutuhkan proses adaptasi lebih besar. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut dapat disertai keluhan fisik seperti nafsu makan menurun, tubuh terasa kurang fit, atau lebih banyak melamun.
Tatik mengimbau orang tua tidak langsung memarahi atau memaksa anak ketika mengaku malas sekolah. Orang tua sebaiknya terlebih dahulu menerima dan memahami perasaan anak, kemudian mengajaknya berdiskusi mengenai hal-hal menyenangkan yang akan ditemui di sekolah, seperti bertemu teman atau mengikuti kegiatan favorit.
Selain itu, orang tua juga disarankan mulai mengembalikan pola tidur dan aktivitas anak sebelum hari pertama sekolah serta melibatkan mereka dalam menyiapkan perlengkapan belajar agar semangat kembali tumbuh.
Menurutnya, post-holiday blues masih tergolong normal apabila hanya berlangsung sementara. Namun, jika anak mengalami perubahan perilaku yang ekstrem, seperti kehilangan nafsu makan secara drastis, keluhan fisik berat, atau menunjukkan perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, orang tua perlu segera memberikan pendampingan lebih lanjut atau berkonsultasi dengan tenaga profesional. (nhd)
































