KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan ruang publik melalui penanganan pohon kering dan keropos di sejumlah wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk meminimalisir risiko pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat.
Berdasarkan data DLH Kabupaten Kediri, sepanjang tahun 2025 pihaknya telah menangani sebanyak 23 pohon kering dan keropos yang tersebar di beberapa titik, mulai dari Kecamatan Pare hingga Plemahan, termasuk di ruas Jalan PK Bangsa dan Jalan Letjen Sutoyo, Pare.
Sementara itu, pada periode Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 16 pohon dengan kondisi serupa telah ditangani di wilayah Wates, Doko Ngasem, serta Kecamatan Pagu.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Kabupaten Kediri, Weni Artanti, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
“Kami secara rutin melakukan perantingan dan pengurangan tajuk pohon guna mengurangi beban, sehingga distribusi nutrisi dan paparan sinar matahari dapat lebih optimal pada batang utama pohon,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan pohon, tetapi juga sebagai bentuk mitigasi dini terhadap potensi bahaya, terutama saat musim hujan dan angin kencang.
Peran aktif DLH Kabupaten Kediri dalam melakukan pemantauan dan penanganan pohon rawan tumbang ini mendapat apresiasi sebagai bentuk pelayanan publik yang responsif dan sigap. Dengan pendekatan yang terukur dan berkesinambungan, DLH terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, asri, serta mendukung kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kediri.(atc)
































