BLITAR, KUBUS.ID – Kegiatan flushing atau penggelontoran sedimen di Waduk Wlingi dan Lodoyo, Blitar, akan dilaksanakan pada 18 hingga 23 Mei 2026. Proses ini ditargetkan selesai sebelum 22 Mei, sehingga pada 23 Mei kondisi aliran Sungai Brantas sudah kembali normal.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA Brantas 1, Arief Satria Marsudi, saat on air di Radio ANDIKA menjelaskan, flushing dilakukan untuk mengurangi endapan sedimen yang berpotensi mengganggu aliran air, khususnya di wilayah Brantas tengah hingga hilir.
“Estimasi volume sedimen yang akan dikeluarkan sekitar 300 hingga 350 ribu meter kubik. Ini penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran aliran sungai,” jelas Arief.
Ia menambahkan, waktu pelaksanaan dipilih pada bulan Mei karena berada di antara musim hujan dan kemarau. Pada musim hujan, risiko banjir cukup tinggi, sementara saat kemarau debit air terlalu kecil sehingga kurang efektif untuk proses flushing.
“Ini juga sudah mempertimbangkan kebutuhan listrik dari PLTA serta kondisi petani yang saat ini memasuki awal masa panen,” ujarnya.
Selama proses berlangsung, penggelontoran dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir. Dampaknya, debit air di bagian hilir akan meningkat, sementara di hulu cenderung menurun sementara waktu.
Selain itu, delapan alat berat juga dikerahkan untuk membantu pembersihan sedimen, terutama di area intake yang selama ini mengalami penumpukan dan berpotensi menghambat sistem irigasi.
Sejumlah portal pengelolaan sumber daya air menyebutkan, flushing waduk secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas tampung dan mencegah pendangkalan yang dapat berdampak pada distribusi air dan potensi banjir.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan debit air selama kegiatan berlangsung serta mengikuti informasi resmi dari pihak terkait. (ikj)
































