KEDIRI, (KUBUS.ID) – Harga sejumlah kebutuhan pokok yang merangkak naik langsung direspons cepat Pemkot Kediri. Hari ini, Rabu (25/2), Gerakan Pasar Murah (GPM) resmi digelar perdana di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Hasil survei lapangan menunjukkan lonjakan harga signifikan pada beberapa komoditas pangan di pasar tradisional. Kondisi itu membuat Pemkot Kediri bergerak cepat. Koordinasi lintas sektor langsung dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), serta sejumlah pihak terkait.
Dari rapat koordinasi tersebut, disepakati perlunya intervensi pasar untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga. Hasilnya, GPM bakal digelar bergilir di berbagai kelurahan hingga 13 Maret mendatang.
Beragam kebutuhan pokok disediakan dalam GPM ini. Mulai beras SPHP dan medium, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah-putih. Sayuran segar juga tersedia. Seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar atau HET, dengan jenis dan harga yang sama di setiap lokasi.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turun langsung meninjau pelaksanaan GPM di Betet. Wali kota yang akrab disapa Mbak Wali itu mengimbau masyarakat tetap tenang dan berbelanja secara bijak.
“Kami mengajak masyarakat tidak panik. Belanja sesuai kebutuhan, tidak perlu menimbun. Stok pangan di Kota Kediri aman,” tegasnya.
Menurutnya, GPM merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Terutama saat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
“Bersama TPID, Bulog, dan BI, kami pastikan harga di GPM jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban warga,” imbuhnya.
Usai Betet, GPM akan menyasar kelurahan lain secara terjadwal. Harapannya, akses pangan terjangkau bisa dirasakan merata oleh seluruh warga Kota Kediri hingga menjelang pertengahan Maret.(sof/adr)
































