Beranda Kediri Raya Harga Minyak Goreng Terus Merangkak Naik, Pedagang Keluhkan Keterbatasan Stok, Masyarakat Keluhkan...

Harga Minyak Goreng Terus Merangkak Naik, Pedagang Keluhkan Keterbatasan Stok, Masyarakat Keluhkan Tingginya Harga Beli

146

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali dikeluhkan oleh pedagang dan pembeli di Pasar Setono Betek, Kota Kediri terutama sektor minyak. Dalam dua pekan terakhir, harga minyak goreng kemasan terpantau melonjak hingga 20 persen. Kondisi ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta naiknya harga bahan baku plastik untuk kemasan.

Berdasarkan pantauan jurnalis Andika di lapangan, kenaikan harga terjadi pada berbagai merek minyak goreng populer. Minyak goreng merek Sunco kini dibanderol seharga Rp44.000 per 2 liter, sementara merek Tropical menyentuh angka Rp22.000 per liter. Kenaikan paling terasa pada pembelian grosir; minyak goreng merek Fortune yang sebelumnya dijual Rp230.000 per karton (isi 12), kini naik menjadi Rp243.000.

Ali Yasikin, salah satu pedagang di Pasar Setono Betek, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi ini. Ia menyebut modal yang dimiliki kini lebih banyak terserap hanya untuk menyetok minyak goreng.

“Kami berharap harga bisa segera turun supaya modal tidak habis hanya untuk beli stok minyak. Jangan sampai naiknya terlalu tinggi karena rakyat akan susah memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Ali Yasikin.

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada omzet pedagang. Tercatat, daya beli masyarakat mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 30 persen. Meski stok minyak goreng saat ini masih relatif mudah didapatkan, tingginya harga membuat warga mulai membatasi pembelian.

Berbeda dengan minyak goreng kemasan premium, harga Minyakita di Pasar Setono Betek terpantau masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter. Namun, kestabilan harga ini tidak dibarengi dengan ketersediaan stok yang mencukupi.

Andri Dian Cahyono, pedagang lainnya, menjelaskan bahwa jatah pasokan Minyakita dari distributor berkurang drastis. Jika biasanya ia mendapat kiriman 30 karton per minggu, kini ia hanya menerima 13 karton.

“Untuk mencukupi kebutuhan masyarakat masih sangat kurang. Saat ini kami batasi jatahnya masing-masing pembeli maksimal 2 liter agar merata,” jelas Andri.

Menariknya, di tengah kenaikan harga minyak kemasan, harga minyak curah justru mengalami sedikit penurunan dari Rp23.000 menjadi Rp22.000. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kemasan agar beban ekonomi warga tidak semakin berat.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini