Beranda Kediri Raya Jembatan Gondang 1 Ditutup Total Selama Perbaikan, Pemkab Tulungagung Siapkan Jalur Alternatif

Jembatan Gondang 1 Ditutup Total Selama Perbaikan, Pemkab Tulungagung Siapkan Jalur Alternatif

1667

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung tengah mempersiapkan rencana rekayasa lalu lintas menyusul adanya proyek perbaikan total Jembatan Gondang 1. Akses utama di jalur nasional tersebut rencananya akan ditutup total hingga akhir Desember 2026 mendatang.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Tulungagung, Panji Putranto menjelaskan bahwa pihaknya menerima surat pemberitahuan resmi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali.

Proyek tersebut menyasar penggantian struktur jembatan secara menyeluruh karena statusnya sebagai infrastruktur vital di jalan nasional.

“Intinya dari pihak balai akan melaksanakan penggantian Jembatan Gondang 1 yang lokasinya di Gondang. Itu kan jalan nasional, jadi untuk estimasi pekerjaan penggantian jembatan akan dilakukan sampai bulan Desember 2026,” paparnya.

Mengenai jadwal pasti dimulainya pengerjaan fisik di lapangan, Dishub sejauh ini masih menunggu koordinasi lebih lanjut. Panji menyebutkan bahwa sebelum pengerjaan dimulai, pihaknya harus melakukan pertemuan lintas wilayah mengingat dampak pengalihan arus akan mencapai kabupaten tetangga.

“Yang jelas kami akan melaksanakan rapat dulu bersama Satlantas Polres Tulungagung, juga Satlantas Polres Trenggalek, juga Dishub Trenggalek juga. Karena itu kan nanti mungkin ada opsi-opsi rekayasa yang melalui ruas jalan di wilayah Trenggalek,” kata dia.

Kondisi perbaikan ini dipastikan akan memengaruhi kelancaran arus lalu lintas karena adanya rencana penutupan total pada akses jembatan tersebut. Kepastian penutupan ini didapatkan berdasarkan koordinasi awal secara lisan dengan pihak penyelenggara jalan nasional.

“Iya, itu kemarin secara lisan dari pihak balai akan melaksanakan penutupan. Jadi nanti setelah ini akan dilaksanakan rapat bersama Forum LLAJ,” terangnya.

Saat ini pihak Satuan Kerja (Satker) terkait sudah memberikan gambaran awal mengenai skema rekayasa lalu lintas yang mungkin diterapkan. Namun, Dinas Perhubungan masih perlu mengkaji setiap poin rencana tersebut agar tidak menimbulkan penumpukan kendaraan yang parah di titik pengalihan.

“Dari pihak Satker sudah ada menyampaikan beberapa opsi, tapi yang jelas nanti opsi yang dipakai yang mana itu kita belum tahu karena kita rapatkan dahulu nanti dalam waktu dekat,” bebernya.

Pemerintah daerah setidaknya mengantongi dua hingga tiga pilihan jalur alternatif yang akan dibahas secara mendalam pada pertemuan teknis mendatang. Keputusan akhir mengenai jalur mana yang paling efektif bagi pengguna jalan akan segera diumumkan setelah kesepakatan dengan Forum LLAJ tercapai.

“Ada tiga opsi. Nanti itu akan dibahas secara teknis setelah ini,” tandasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini